Connect With Us

BATAN Desain PLTN 10 Megawatt di Serpong

Yudi Adiyatna | Senin, 28 Januari 2019 | 15:00

Kegiatan Konferensi Pers dan Penyerahan Secara Simbolis Dokumen Detail Engineering Design Reaktor Daya Non Komersial Tahap Kedua BATAN kepada BAPETEM, di Kawasan Nuklir Serpong,Puspiptek,Tangsel, Senin (28/1/2019). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) telah selesai membuat detail engineering desain (DED) Reaktor Daya Eksperimental (DED) tahap dua.

Dokumen DED yang merupakan rangkaian dari proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) itu pun diberikan kepada Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek,Tangsel, Senin (28/1/2019).

"Kita mendesain reaktor nuklir untuk pembangkit Listrik. Rencananya akan dibangun di Kawasan Puspiptek dengan daya yang dihasilkan sebanyak 10 Megawatt dan akan bisa beroperasi paling cepat pada tahun 2024," ujar Geni Rina Sunaryo, Kepala PTKRN usai penyerahan dokumen DED RDE.

Geni mengatakan, nantinya Reaktor Nuklir yang beroperasi tersebut menghasilkan energi panas (thermal) yang akan dimanfaatkan untuk menjadi pembangkit tenaga listrik.

"Reaktor Nuklir yang menghasilkan energi memiliki tinggi 2 meter dan diameter 180cm. Reaksi Nuklir terjadi di ruangan kecil, disitu ada bahan bakar Nuklir. Ada 27 ribu bola menyerupai bola bilyard di situ dihasilkan energi 10 MW Thermal," terangnya. 

Geni mengatakan, pembangunan Reaktor Nuklir ini pun hampir seluruhnya menggunakan desain teknis, bahan dan SDM yang dimiliki oleh BATAN sehingga mampu menjadi technology provider, technical support organization dan clearing house teknologi nuklir yang bisa mendesain, membangun, serta mengoperasikan PLTN. 

"Kita berusaha 80% kita ciptakan sendiri," terang Geni.

Sementara itu, Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Suryantoro mengatakan, membuat PLTN oleh anak bangsa adalah bagian dari cita-cita besar yang bisa diwujudkan. Apalagi dengan semangat pemerintah mewujudkan kedaulatan energi dari energi terbarukan, maka PLTN bisa menjadi salah satu alternatif pilihan yang bisa diambil.

"Kita akan membuat lebih besar, awalnya 10 MW, nanti menjadi 150 MW. Sehingga panasnya bisa dimanfaatkan industri. 

Apa bila kita ingin memiliki kecukupan listrik dari energi terbarukan, PLTN tetap menjadi pertimbangan," bener Suryantoro. 

Dirinya pun menyebut, Reaktor Nuklir yang akan dibangun ini merupakan generasi ke 4, yang tingkat keselamatannya sangat tinggi. Dan secara ketat terus dipantau oleh Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir).

"Kalau terjadi seperti yang di Fukushima (Gempa dan Tsunami) itu akan padam dengan sendirinya apabila pendinginnya hilang. Kenapa kita berani memilih Serpong, karena keamanannya sangat tinggi," jelasnya.

Nantinya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang memiliki daya 10 MW ini sanggup menerangi sekitar 2000-2500 rumah tangga.(RAZ/RGI)

BANTEN
Prakiraan Cuaca Tangerang 19–20 Januari 2025, Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Tangerang 19–20 Januari 2025, Berpotensi Hujan Ringan

Senin, 19 Januari 2026 | 06:11

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II menyampaikan prakiraan cuaca untuk wilayah Tangerang yang berlaku pada Senin 19 Januari hingga Selasa 20 Januari.

NASIONAL
Ini Bacaan Doa Mustajab di Malam 27 Rajab Isra Mi'raj 

Ini Bacaan Doa Mustajab di Malam 27 Rajab Isra Mi'raj 

Jumat, 16 Januari 2026 | 12:36

Di antara amalan yang dianjurkan pada bukan Rajab, khususnya bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj, adalah memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.

KOTA TANGERANG
Aturannya Masih Berlaku, Sachrudin Bantah Isu Revisi Perda 7 dan 8 Tahun 2005

Aturannya Masih Berlaku, Sachrudin Bantah Isu Revisi Perda 7 dan 8 Tahun 2005

Senin, 19 Januari 2026 | 12:16

Wali Kota Tangerang Sachrudin membantah informasi yang beredar di masyarakat terkait isu perubahan Peraturan Daerah Nomor 7 dan Nomor 8 Tahun 2005.

SPORT
PR John Herdman Perbaiki Disiplin Timnas yang Longgar di Era Patrick Kluivert

PR John Herdman Perbaiki Disiplin Timnas yang Longgar di Era Patrick Kluivert

Jumat, 16 Januari 2026 | 12:24

Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menyinggung lemahnya kedisiplinan pemain Timnas Indonesia pada era kepelatihan Patrick Kluivert.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill