Connect With Us

Polisi Ungkap Video Viral Remaja Acungkan Celurit di Tangsel

Yudi Adiyatna | Senin, 28 Januari 2019 | 21:00

| Dibaca : 1498

Tampak sekelompok remaja membawa celurit menggunakan motor melintasi wilayah Anggrek Loka, Serpong, Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Warga Tangsel sempat dibuat resah oleh aksi sekelompok remaja bermotor yang mengacung-acungkan senjata tajam jenis celurit. Akhirnya, Polres Tangsel pun berhasil mengungkap pelakunya.

Hasil penyelidikan Tim Vipers Satuan Reskrim Polres Tangsel, remaja yang berjumlah 11 orang itu adalah anggota perguruan silat Banaspati yang terletak di Kunciran, Kota Tangerang. Bahkan, 9 diantaranya masih anak dibawah umur.

"Empat bulan lalu, sekitar September atau Oktober.  Ketika masih gabung dalam perguruan silat Banaspati, yang terletak di Kunciran Kota Tangerang. Mereka setelah latihan kemudian berkumpul dan konvoi," jelas Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan di Mako Polres Tangsel, Senin (28/1/2019).

Namun, lanjutnya, setelah ditelusuri, perguruan silat tersebut kini sudah ditutup dan tidak ada lagi kegiatan di lokasi alamat tersebut.

"Perguruan silat tersebut sudah tidak ada, dan tempatnya sekarang sudah tidak ada," tambahnya. 

Dari sebelas orang remaja tersebut, lanjut Kapolres, hanya satu yang tercatat sebagaumi warga Tangsel. Sementara, mereka yang kini ditetapkan sebagai tersangka diantaranya ADS, 14, remaja yang mengacungkan celurit dalam video tersebut, FR als F, 16, remaja yang mengacungkan stik golf, Stevanus Septiawan,19, F, 17, Ary Saputra, 19, KJ, 16, Eka Parikesit, 19, AF, 17, MVS, 15, MAR, 15, MRR, 14.

"Hanya satu orang warga Tangsel , tersangka inisial MVS. Yang lain adalah warga Kota Tangerang, dan Jakarta Selatan," beber Ferdy. 

Sementara ditanya soal motif remaja tersebut memamerkan senjata tajam, Ferdy mengatakan bahwa mereka hanya bertujuan untuk menunjukkan kegagahan mereka. 

"Motif ini sifatnya hanya untuk gagah-gagahan saja.  Diupload dan disebar di medsos (media sosial), untuk terlihat gagah,"  tukas Ferdy. 

Ferdy menjelaskan, saat ini tersangka belum bisa ditindak karena pelaku utama ADS, 14 yang mengacungkan celurit sedang dirawat di RS Pusat Otak Utama, jalan MT Haryono, Jakarta karena menghidap penyakit kanker otak stadium 4, sedangkan tersangka Fr, 16 sedang sedang menjalani hukuman di Rutan Salemba karena kasus perkelahian antar remaja yang menyebabkan korban meninggal dunia. 

Atas perbuatannya, para tersangka terkena Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 Tahun. Serta Undang-Undang ITE, tentang penyebarluasan konten yang membuat keresahan masyarakat dengan ancaman 4 tahun penjara. 

Berdasarkan hasil ungkap kasus tersebut, Ferdy juga menjelaskan tidak ada korban jiwa, karena kelompok remaja itu motifnya hanya ingin terlihat gagah saja. 

"Ucapan terimakasih untuk masyarakat atas pelaporan video ini, dan kami mengucapkan tidak perlu terpengaruh, karena video ini dibuat hanya untuk gagah-gagahan saja," tutup Ferdy.(MRI/RGI)

SPORT
Transmedia Juarai SMLBT 2019

Transmedia Juarai SMLBT 2019

Senin, 2 Desember 2019 | 18:50

TANGERANGNEWS.com- Tim basket Transmedia masih terlalu kuat bagi Gojek. Setelah melalui laga seru dan ketat, Transmedia mengalahkan Gojek 48-

KAB. TANGERANG
Asa di Ujung Senja, Buku Kisah Hidup Penyintas ODHA di Tangerang

Asa di Ujung Senja, Buku Kisah Hidup Penyintas ODHA di Tangerang

Senin, 9 Desember 2019 | 22:00

TANGERANGNEWS.com-Komunitas Tangerang beserta Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Tangerang meluncurkan buku kumpulan kisah inspiratif penyintas Orang dengan HIV Aids (ODHA), Senin (9/12/2019).

HIBURAN
Musik & Diskon Belanja, Semarakkan Natal & Tahun Baru di SMS

Musik & Diskon Belanja, Semarakkan Natal & Tahun Baru di SMS

Minggu, 8 Desember 2019 | 22:39

TANGERANGNEWS.com-Turut merayakan sukacita Natal dan Tahun Baru, Summarecon Mall Serpong (SMS) menghadirkan semarak perayaan dalam rangkaian acara bertajuk Sparkling Christmas, mulai tanggal 6 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

"Tanpa strategi, eksekusi bisa kehilangan arah, Tanpa eksekusi, strategi tidak ada gunanya."

Morris Chang