Connect With Us

Kemenristekdikti Minta Perguruan Tinggi Kecil Merger

Rachman Deniansyah | Selasa, 12 Maret 2019 | 20:00

| Dibaca : 508

Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti, Totok Prasetyo. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meminta kepada seluruh perguruan tinggi yang jumlah mahasiswanya sedikit untuk melakukan merger dengan perguruan tinggi serupa. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti, Totok Prasetyo setelah acara Forum Pembelajaran Kerja-Terpadu Pertama (1st Work-Integrated Learning Forum) di auditorium Prasetiya Mulya BSD, Kavling Edutown, Jalan BSD Raya Utama, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/3/2019). 

Totok mengatakan, hal itu dilakukan lantaran jumlah perguruan tinggi di Indonesia tidak sebanding dengan rasio jumlah penduduk.

"Ada 4.703 perguruan tinggi di Indonesia, bandingkan dengan penduduk Indonesia sejumlah 260-an juta. Sedangkan di Cina ada 1,4 miliar penduduknya, perguruan tingginya ada 2.800-an, kita terlalu banyak," jelas Totok. 

Dari angka tersebut, Totok menyampaikan bahwa ada sesuatu yang salah. Terutama jika ditelisik dari angka partisipasinya. 

"Angka partisipasi kasar kita baru 32 persen, berarti ada something wrong (sesuatu yang keliru). Karena ada perguruan tinggi yang kecil-kecil, akademi yang enggak sampai 1.000 mahasiswa," bebernya.

Dengan penggabungan atau merger antara perguruan tinggi tersebut, Totok menilai akan mampu membuat perguruan tinggi yang kecil dapat berkembang. 

Saat ini, kata dia, merger tersebut masih dilakukan secara sukarela. Dalam hal ini Kemenristekdikti masih memberikan himbauan. Namun tak menutup kemungkinan pihaknya akan mengeluarkan kebijakan yang tegas.

"Tapi yang kecil-kecil kan mungkin saja berkembang. Merger ini kita minta secara sukarela, tapi suatu saat nanti kita paksa," ungkap Totok. 

Totok menyampaikan, bahwa merger ini bisa menjadi pilihan lantaran dirinya menilai bahwa perguruan tinggi yang mempunyai mahasiswa kurang dari seribu, akan mengalami kesulitan dalam hal pembiayaan di berbagai elemen. 

"Namanya universitas yang mahasiswanya kurang dari seribu orang itu pasti enggak sehat. Bagaimana untuk biayai dosennya, belum pejabatnya yang banyak. Untuk membiayainya kan mahal," tukasnya.(MRI/RGI)

HIBURAN
Korban Cabut Laporan, Youtuber Ferdian Bebas dari Penjara

Korban Cabut Laporan, Youtuber Ferdian Bebas dari Penjara

Kamis, 4 Juni 2020 | 18:27

TANGERANGNEWS.com-Ferdian Paleka dapat menghirup napas bebas setelah sempat ditahan dibalik jeruji besi karena kasus prank sembako sampah

SPORT
19 Juli MotoGP Kembali Digelar, Pebalap Ducati Malah Cedera

19 Juli MotoGP Kembali Digelar, Pebalap Ducati Malah Cedera

Selasa, 30 Juni 2020 | 09:59

TANGERANGNEWS.com-Setelah sempat terhenti oleh pandemi COVID-19, adu cepat kuda besi di sirkuti (MotoGP 2020) akan dimulai pada 19 Juli di

BANDARA
Penumpang COVID-19 Lolos di Bandara Soetta, Ini Kata KKP

Penumpang COVID-19 Lolos di Bandara Soetta, Ini Kata KKP

Jumat, 3 Juli 2020 | 11:11

TANGERANGNEWS.com-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta (Soetta) semakin memperketat pengawasan pemeriksaan dokumen kesehatan calon penumpang

OPINI
Renungan Tentang Kematian

Renungan Tentang Kematian

Jumat, 3 Juli 2020 | 09:57

Orang-orang yang telah berusaha taat kepada Allah SWT, perlahan-lahan mendapatkan pengetahuan hikmah dari setiap tindakan yang dilakukan. Pengetahuan yang begitu saja menyesap

"Dengan Hidup yang Hanya Sepanjang  Setengah Tarikan Napas, Jangan Tanam Apapun Kecuali Cinta."

Jalaluddin Rumi