Connect With Us

58 Orang Korban Situ Gintung Ditemukan

Dira Derby | Jumat, 27 Maret 2009 | 22:33

| Dibaca : 298

Korban bencana jebolnya Situ Gintung terus bertambah. Kali ini sebanyak 58 orang korban tanggul jebol di Situ Gintung Kelurahan Cirendue, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan berhasil ditemukan. Diduga korban mencapai ratusan orang. (@Tangerangnews2009 / Dira Derby)

TANGERANGNEWS.com-Korban bencana jebolnya Situ Gintung terus bertambah. Kali ini sebanyak 58 orang korban tanggul jebol di Situ Gintung Kelurahan Cirendue, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan berhasil ditemukan. Diduga korban mencapai ratusan orang.


Jumlah tersebut merupakan data hingga Pukul 21.00 WIB, Jumat 27 Maret 2009.  Sementara ratusan warga lainnya, hingga tadi malam belum ditemukan.


Mereka tewas dan hilang setelah tanggul senjapang 15 meter Situ Gintung yang berlokasi di RT 01/08 jebol. Akibatnya, air dengan kapasitas 2 juta meter kubik itu menghantam dengan keras ratusan rumah warga hingga rata dengan tanah.

Situ Gintung

Korban yang tewas kebanyakan sedang tertidur pulas.  Mereka tidak bisa menyelamatkan diri karena tumpahan air menenggelamkan rumah mereka. Korban yang tewas umumnya keluarga yang rumahnya berjarak 500 meter dari lokasi tanggul.

WISATA
Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Selalu ada sejuta alasan untuk kembali ke kota Bandung, apalagi bagi warga di Jakarta. Selain karena jaraknya yang dekat, ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota dingin yang suhunya jauh berada di bawah kota Metropolitan Jakarta.

NASIONAL
Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pada hari Sabtu (11/8/2018) Aetra Tangerang berhasil menyelesaikan perbaikan kerusakan pipa air baku yang terjadi sejak hari Kamis (9/8/2018) lalu.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie