Connect With Us

Pembunuhan Bayi di Tangsel, Praktisi: Hukum Jangan Kaku

Rachman Deniansyah | Jumat, 15 Maret 2019 | 21:00

| Dibaca : 3030

Ilustrasi Mayat Bayi. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, terjadi tiga kasus pembunuhan terhadap bayi di Kota Tangerang Selatan. Kasus yang menjadi sorotan publik itu pun turut menjadi keprihatinan praktisi hukum.

Menurut Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Abdul Hamim Jauzie, peristiwa tersebut tidak dapat dipandang dengan sederhana. 

"Dalam konteks ini, kami menganggap ini bukan kasus yang biasa-biasa saja. Hukum jangan dibuat kaku, hitam atau putih, benar atau salah. Aparat kepolisian harus melihat aspek lain dan menerobos batas-batas perundang-undangan," ucap Hamim saat dihubungi TangerangNews melalui telepon seluler, Jumat (15/3/2019).

Meski demikian, Hamim memandang bahwa pelaku peristiwa terakhir, yakni, R, 17, memang bersalah. Namun menurutnya, paling tidak ada hal yang dapat meringankan, hukuman pun tidak semata-mata dijatuhkan begitu saja. 

"Iya betul, ini (kasus pembunuhan) memang salah tapi mohon jangan semata-mata dilihat seperti itu. Jadi ada hal yang bisa dianggap meringankan dan tidak semata-mata langsung dihukum berat," bebernya.

Hamim menjelaskan, dalam kasus tersebut ada suatu relasi kuasa, yakni ada pihak yang menimbulkan kekuasaan terhadap pihak lain, dalam hal ini adalah pasangan R yang telah bersama melakukan hubungan badan di luar pernikahan. 

"Relasi yang sifatnya hierarkis, ketidaksetaraan dan atau ketergantungan status sosial, budaya, pengetahuan pendidikan dan atau ekonomi yang menimbulkan kekuasaan pada satu pihak terhadap pihak lainnya," papar Hamim.

Selain itu, lanjutnya, dalam kasus ini yang harus diperhatikan adalah R sebagai perempuan yang bisa saja dan menjadi pihak yang dirugikan. 

"Jadi ada banyak faktor dari si perempuan ini yang hanya sekedar bekerja sebagai pekerja rumah tangga yang lemah. Juga posisi kuasanya, bahwa perempuan lemah dimata laki-laki. Jadi posisi perempuan itu termasuk golongan yang rentan, selain anak. Karena itu kelompok rentan ini tidak bisa hitam-putih," ungkapnya. 

Selain itu, ia menduga ada kemungkinan bahwa pelaku tidak mengetahui hak-hak reproduksinya, karena mengingat umurnya yang masih belia. 

"Semestinya polisi mengungkap juga, jangan-jangan perempuan itu korban perkosaan atau dipaksa kemudian diancam. Banyak kasus awalnya melakukan dengan suka sama suka, lalu kemudian ingin berhenti namun diancam dengan foto atau video," terangnya. 

Maka dari itu, Hamim mengaku, bahwa LBH Keadilan siap untuk mendampingi R, jika memang pihak keluarga menyetujui dan pihak kepolisian pun mengizinkan. 

"Oleh karena itu LBH Keadilan siap untuk melakukan pendampingan R jika ada permintaan dari R atau keluarganya. Juga jika diperkenankan oleh kepolisian, kami akan menemui R," tukasnya.(MRI/RGI)

BISNIS
Keren, Mahasiswi UPJ Bintaro Jual Basreng Omzetnya Capai Rp72 Juta Per Tahun

Keren, Mahasiswi UPJ Bintaro Jual Basreng Omzetnya Capai Rp72 Juta Per Tahun

Rabu, 7 Desember 2022 | 21:46

TANGERANGNEWS.com-Dwi Nur Faroza, mahasiswi program jurusan Psikologi Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro, Kota Tangerang Selatan, berhasil menjalankan usaha cemilan Basreng (Bakso goreng) Cizly Food, dengan omzet mencapai Rp72 juta per tahun.

KOTA TANGERANG
Kepergok Curi HP, Pria Ini Rampas Motor Kejar-kejaran dengan Polisi di Modernland Tangerang

Kepergok Curi HP, Pria Ini Rampas Motor Kejar-kejaran dengan Polisi di Modernland Tangerang

Kamis, 8 Desember 2022 | 10:36

TANGERANGNEWS.com-Seorang pria berinisial AS, 34, yang awalnya mencuri ponsel, malah merambat ke aksi penodongan dan perampasan motor, hingga kejar-kejaran dengan polisi di kawasan Modernland, Kota Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
Hasil Karya Mahasiswi Tangerang jadi Maskot Resmi Pemilu 2024

Hasil Karya Mahasiswi Tangerang jadi Maskot Resmi Pemilu 2024

Sabtu, 26 November 2022 | 17:29

TANGERANGNEWS.com-Stephanie, mahasiswi Universitas Pradita, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, berhasil memenangkan Lomba Maskot Pemilu 2024 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).

SPORT
Jokowi Buka Kejuaraan Dunia Wushu Junior Ke-8 di ICE BSD Tangerang

Jokowi Buka Kejuaraan Dunia Wushu Junior Ke-8 di ICE BSD Tangerang

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:10

TANGERANGNEWS.com-Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-8 2022 resmi dimulai setelah dibuka lansung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Hall Nusantara ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Senin 5 Desember 2022.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill