Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-Pernyataan Mahfud MD Soal pemilihan Rektor UIN dalam program ILC TV One bertajuk 'OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan bagi Kubu 01?' pada Selasa (19/3/2019) dibantah mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Mereka menggelar aksi damai di depan Gedung Rektorat UIN Jakarta, Jalan Ir. H. Djuanda, Cempaka Putih, Ciputat, Tangsel, Kamis (21/3/2019).
Mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Alumni Muda UIN Jakarta itu menilai, ada prasangka buruk terhadap Rektor UIN Jakarta yang dituding mencampuri pesta demokrasi kampus.

Fahmi Dzakky, Ketua Gerakan Alumni Muda UIN Jakarta mengatakan bahwa UIN Jakarta hari ini tetap stabil. Fahmi berharap agar tidak ada pihak luar yang memanfaatkan hal ini sebagai momentum untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu.
"Kami menolak pernyataan Mahfud MD tempo lalu di ILC ( _Indonesia Lawyer Club_ ) yang menyatakan telah terjadi pembungkaman demokrasi kampus. Karena demonstrasi yang disebut Mahfud sebatas ekspresi kekecewaan pihak kalah dalam pemilu kampus yang telah dilakukan secara demokratis," ujar Fahmi yang juga sebagai orator dalam aksi tersebut.
Selain itu, dalam orasinya, Fahmi mempersilahkan KPK untuk datang ke UIN Jakarta sebagai bentuk menjalankan amanah negara.
"Berharap agar KPK juga mengusut tuntas ketidakwajaran pada rektor-rektor UIN Jakarta periode sebelumnya," bebernya.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga mendesak pihak kepolisian untuk turun tangan menindak pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan hoaks terhadap institusi UIN Jakarta.
Sebagai Alumni Muda UIN Jakarta, Fahmi juga mengecam kepada sebagian mahasiswa yang bertindak tak terpuji dalam menyampaikan kritik karena dinilai akan mencederai ruang akademis di UIN Jakarta.
"Saya juga mengecam kepada mahasiswa yang membawa unsur misoginis dan patriarkis yang justru sangat mencederai ruang akademis sebagai intelektual muda," tegasnya.(RMI/HRU)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGTim Subdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang menimpa seorang wanita berinisial I, 49.
Petugas Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sebuah warung di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi yang disinyalir kerap menjadi lokasi peredaran minuman keras dan aktivitas prostitusi.
Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa mencatat sebanyak 2.074 kasus perceraian di Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) periode Januari-April 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews