Connect With Us

Imbas Proyek Tol Sercin, 500 Makam di Pamulang Dibongkar

Rachman Deniansyah | Selasa, 2 April 2019 | 17:55

Suasana pekerjaan pemindahan jenazah di Pemakaman Muslim Cemara 1, lantaran adanya pembangunan proyek jalan tol Serpong dan Cinere. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 500 makam di Pemakaman Muslim Cemara 1, Pamulang Barat, Pamulang, Tangsel,dibongkar karena terdampak proyek jalan tol Serpong dan Cinere (Secin). Makam tersebut akan dipindahkan sekitar 50 meter dari lokasi setempat.

Pembongkaran tersebut dikatakan Muhamad Arifin Marpaung dilakukan setelah terjadi kesepakatan antara keluarga dari ratusan makam terdampak tersebut dengan pelaksanan proyek. Namun, ada juga 50 makam yang belum terdata.

"Jadi yang terdata ada 450 makam, kemudian yang tidak terdata ada sejumlah 50 makam," kata Marpaung di lokasi, Selasa (2/4/2019).

Suasana pekerjaan pemindahan jenazah di Pemakaman Muslim Cemara 1, lantaran adanya pembangunan proyek jalan tol Serpong dan Cinere.

Makam yang tidak terdata itu, kata dia, merupakan makam yang pihak keluarganya belum melaporkan kepada pengurus area pemakaman tersebut.

Sementara, 450 makam yang sudah terdata, kata dia, mendapatkan kompensasi dari pihak pelaksana proyek, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. 

"Mereka hanya kompensasi berupa pemindahan. Pihak keluarga pun tidak ada yang dirugikan," ujarnya. 

TangerangNews pun turut menyaksikan proses pemindahan jasad di dalam makam, dimana petugas menggali makam yang lama, kemudian jenazah yang ada di dalam makam tersebut dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari kayu yang telah dilengkapi dengan kain kafan baru dan wewangian. 

Proses pemakaman ulang tersebut juga harus disaksikan oleh keluarga, dan dilakukan sesuai dengan syariat Islam. 

Menurut Marpaung, pelaksanaan pemindahan makam tersebut akan berlangsung selama satu bulan.

"Dari tanggal 1 sampai 30 April, namun bila bisa lancar akan bisa lebih dipercepat," tukasnya. 

Terpantau, sampai pukul 15.00 WIB, sekitar 70 makam telah berhasil dipindahkan.

Sementara, Lia, 36, salah satu keluarga dari jenazah yang dipindahkan makamnya mengatakan, ia dan keluarga tidak merasa keberatan dengan pemindahan tersebut. 

"Tidak keberatan mas, lagi pula ini sudah berjalan. Untuk pemakaman ulangnya pun baik," ungkapnya. 

Namun bila ada pilihan, kata Lia, dirinya lebih memilih untuk tidak dipindahkan. 

"Kalau ada pilihan, saya lebih milih gak usah dipindahkan, namun tak apa karena lokasinya pun masih satu lingkungan yang dekat," tukasnya.(RMI/HRU)

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill