Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Identitas sesosok mayat yang ditemukan warga di tumpukan sampah, di belakang Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel Senin (22/4/2019) pagi tadi, akhirnya terungkap.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan, korban diketahui bernama Rifai, 23, yang merupakan siswa Rehabilitasi PSPP Galih Pakuan di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Korban yang divonis memiliki gangguan mental ini berusaha melarikan diri dari tempat rehabilitasi bersama seorang temannya.
Namun nahas, saat mencoba kabur dan melewati arus Kali Cisadane korban malah terhanyut dan jasadnya tenggelam hingga kemudian ditemukan warga di Perumahan Pesona Serpong, pagi tadi.
"Korban kabur bersama temannya dari tempat rehabilitasi pada hari Minggu (14/4/2019), Pukul 12.30 WIB. Korban bersama temannya mencoba menyebrangi sungai (Cisadane) namun terseret arus, satu temannya selamat, satunya lagi menjadi korban," terang Alexander.
Korban yang saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk dan dikerubungi belatung ini pun kemudian segera dilarikan ke RSUD Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan. Belum diketahui alamat dan pihak kelurga dari korban malang tersebut.
"Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Rehabilitasi PSPP Galih Pakuan Bogor," tutur Alex.(RMI/HRU)
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGMenikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews