Connect With Us

GP Ansor Tangsel Kecam Teror Bom di Sri Lanka

Rachman Deniansyah | Senin, 22 April 2019 | 17:00

| Dibaca : 354

Suasana di Sri Lanka usai terjadinya peristiwa teror bom yang menimpa warga saat momen perayaan Hari Paskah. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang Selatan mengecam keras peristiwa teror bom yang menimpa warga Sri Lanka saat momen perayaan Hari Paskah, Minggu (21/4/2019) lalu. 

Informasi yang dihimpun, teror bom yang terjadi di kawasan hotel dan tempat peribadatan umat kristiani (gereja) itu, setidaknya telah merenggut sebanyak 290 nyawa, sementara 500 korban dinyatakan terluka. 

"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para keluarga korban teror di tiga gereja dan hotel di Sri Lanka tersebut," ungkap Pengurus GP Ansor Tangsel, Ahdan Khotman Mubarak kepada TangerangNews, Senin (22/4/2019).

Menurutnya, teror yang merenggut ratusan nyawa korban itu merupakan tindakan yang amat keji. 

"Tindakan teror yang terjadi disaat umat kristiani melakukan Paskah adalah suatu kebiadaban," tegasnya. 

Ahdan juga mengajak kepada seluruh anggota GP Ansor serta masyarakat Kota Tangsel mendoakan korban dan mengecam keras serta tak membenarkan tindakan teror atas nama agama, suku, ras dan golongan. 

Ahdan juga menyuarakan ucapan Gus Yakut, Ketua GP Ansor yang menyerukan kepada semua pemimpin agama dan pemimpin politik di dunia untuk mengakhiri semua bentuk kekerasan dalam mencapai tujuan politik.(MRI/RGI)

TagsTangsel
TANGSEL
Amankah Donor Darah Saat Pandemi COVID-19? Ini Penjelasan PMI Tangsel

Amankah Donor Darah Saat Pandemi COVID-19? Ini Penjelasan PMI Tangsel

Selasa, 7 Juli 2020 | 21:16

TANGERANGNEWS.com-Darah menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk

TOKOH
Menenangkan Hati Kala Musibah COVID-19 Melanda

Menenangkan Hati Kala Musibah COVID-19 Melanda

Minggu, 28 Juni 2020 | 10:10

TANGERANGNEWS.com-Pandemi COVID-19 menjadi musibah terbesar yang pernah dialami umat manusia abad ini. Hampir seluruh bangsa-bangsa di dunia merasakan hal yang sama, yaitu memfokuskan segala sumber daya

"Dengan Hidup yang Hanya Sepanjang  Setengah Tarikan Napas, Jangan Tanam Apapun Kecuali Cinta."

Jalaluddin Rumi