Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Empat calon legislatif incumbent (petahana) Daerah Pemilihan Serpong-Setu yang saat ini kembali maju dalam Pileg 2019 di prediksi tumbang oleh para caleg pendatang baru.
Keempat anggota DPRD Tangsel tersebut kalah dalam raihan suara individu atau pun suara dari partai pengusung.
Mereka adalah Taufik MA (Gerindra), Eeng Sulaiman ( PPP), Abdullah Serin (Nasdem) dan Soleh Asnawi (PBB sebelumnya Partai Hanura).
Sementara itu dari hasil rekapitulasi hasil perhitungan dalam form DA 1 dari Kecamatan Setu dan Serpong, yang telah dibacakan dalam rapat pleno rekapitulasi suara tingkat KPU Tangsel, Senin (6/5/2019) kemarin tercatat, hanya dua caleg incumbent yang berhasil kembali mewakili masyarakat.
Keduanya yakni, Abdul Rosyid dari Partai Golkar dengan raihan 7.673 suara dan Nurhayati Yusuf dari Partai Demokrat (sebelumnya PKB) dengan raihan 6.535 suara.
Adapun enam caleg lain dari delapan alokasi kursi Dapil Serpong-Setu yang diprediksi melenggang ke Gedung Dewan yakni, Zulfa Sungki Setiawati dari Partai Gerindra dengan 5.638 suara, Syariah dari Partai Golkar dengan 5.076 suara.
Lalu, Paramita Messayu dari PKS dengan 3.470 suara, Mohamad Soleh dari PKB dengan 3.309 suara, Putri Ayu Abis dari PDIP dengan 3.211 suara dan terakhir Alexander Prabu dari PSI dengan 2.510 suara.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarok mengatakan, fenomena gagalnya caleg incumbent merupakan sebuah bentuk simbol perlawanan terhadap figur-figur lama yang telah ada sebelumnya dari masyarakat.
Zaki menyebut, kinerja selama 5 tahun menjabat, caleg incumbent yang dianggap kurang berhasil pun bisa menjadi patokan bagi pemilih untuk tidak memilih kembali calon tersebut di luar faktor-faktor penyebab lainnya.
"Caleg incumbent tidak terpilih bisa karena mereka terlalu percaya diri sehingga kurang optimal dalam kampanye, kinerjanya sebagai legislatif tidak memuaskan masyarakat, dan juga masyarakat ingin perubahan dengan memilih figur-figur yang baru," jelasnya.
Dosen FISIP UIN Jakarta ini pun mengomentari terkait fenomena gagalnya PPP dan Nasdem di Tangsel yang tersaingi oleh partai pendatang baru, PSI dalam meraih kursi di DPRD.
Zaki menyebut problem konflik internal di PPP dan tertangkapnya Ketua Umum PPP jadi pukulan telak dan menggerus tingkat elektabikitas partai di daerah dan juga Tangsel.
"Dugaan saya kesalahan pada caleg-caleg Nasdem yang tidak maksimal. Dari segi ketokohan juga kurang. Kampanyenya juga tampak kurang agressif. Ini mungkin yg menbuat Nasdem bisa disalip PSI di Tangsel," katanya.
"PSI parpol baru yang agressif dan penuh inovasi dalam kampanye. Isu-isu menarik seperti restorasi, perubahan, yang dulu banyak dilontarkan Nasdem di kampanye lalu telah diambil alih oleh PSI," tambah Zaki.(RAZ/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGPemkot Tangerang menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) gratis laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand pada Senin 5 Oktober 2026 malam. Berlokasi
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews