Connect With Us

Jokowi-Ma'ruf Menangi Pilpres, TKD Tangsel Ingatkan Persatuan Indonesia

Yudi Adiyatna | Selasa, 21 Mei 2019 | 19:00

| Dibaca : 294

Pasangan Capres Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) telah mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Hasilnya iaah pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Dalam rapat pleno rekapitulasi suara yang dihadiri saksi paslon dan partai politik, KPU RI mengumumkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh suara 85.607.362 suara (55,50 persen), sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 68.650.239 suara (44,50 persen). KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601.

Atas hasil akhir itu, Tim Kampanye Daerah (TKD) Kota Tangsel merasa bersyukur, bahwa hasil akhir dari rekapitulasi tersebut menunjukan Jokowi-Ma’ruf Amin bisa diaktakan sah menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Kota Tangsel Iwan Rahayu, mengatakan bahwa TKD mengucapkan banyak terimakasih kepada 9 partai politik Koalisi Indonesia Kerja, kepada seluruh relawan, serta kepada seluruh masyarakat Kota Tangsel yang telah hadir ke TPS dan juga yang memilih pasagan nomor urut 01 tersebut.

“Kami dari TKD tentunya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak. Semoga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat Kota Tangsel bisa membawa Indonesia lebih baik, dan juga berdampak kepada Kota Tangsel ke depannnya. Ini semua wujud kepercayaan masyarakat kepada Pak Jokowi dan Pak Kiayi Ma’ruf Amin,” ungkap Iwan saat dihubungi awak media Selasa (21/5/2019).

Iwan juga mengatakan, bahwa bahwa semestinya saat ini masyarakat sudah kembali bersatu. Karena pasca Pilpres ini menurutnya tidak ada lagi 01 dan tidak ada lagi 02. Ia meminta hasil Pilpres tersebut dihormati karena sudah berjalan sesuai hukum yang berlaku.

“Mari kita hormati keputusan ini, setelah ini sudah tidak ada lagi 01 dan tidak lagi 02 yang adalah 03 yaitu persatuan Indonesia. Mari kita bersatu lagi dan bersama-sama membangun negeri yang kita cintai ini,” tambahnya.

Saat disinggung terkait adanya aksi massa dan juga penolakan hasil Pemilu tersebut,  Iwan mengatakan bahwa Indonesia memiliki Mahkamah Konstitusi (MK). Sehingga siapa pun yang tidak puas dengan hasil Pemilu bisa melakukan gugatan ke MK.

“Negara kita kan punya MK, punya jalur hukum bagi yang memang tidak puas dengan hasil Pemilu ini. Semua sudah dijamin oleh konstitusi kita. Jadi alangkah indahnya kalau semuanya ditempuh dengan jalur hukum tanpa merusak pesta demokrasi kita ini,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.(MRI/RGI)

NASIONAL
Kemendag Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Sampai Lebaran

Kemendag Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Sampai Lebaran

Jumat, 10 Mei 2019 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok selama puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 2019.

KOTA TANGERANG
Perizinan Online Terintegrasi Kota Tangerang Masuk Top 99 Inovasi Kemenpan RB

Perizinan Online Terintegrasi Kota Tangerang Masuk Top 99 Inovasi Kemenpan RB

Selasa, 18 Juni 2019 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, salah satunya

MANCANEGARA
Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Selasa, 26 Maret 2019 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Ulama kharsimatik, Fethullah Gulen menilai demokrasi di Turki telah dirusak Presiden Recep Tayyip Erdogan. Namun Fethullah Gulen percaya kondisi itu tak akan berlangsung lama.

PROPERTI
Bangun Stasiun Cisauk, Sinar Mas Land Kembangkan Kawasan BSD City

Bangun Stasiun Cisauk, Sinar Mas Land Kembangkan Kawasan BSD City

Senin, 18 Februari 2019 | 17:28

TANGERANGNEWS.com-Gedung baru Stasiun Cisauk telah resmi beroperasi sejak, Jum'at (1/2/2019) lalu. Pembangunan tersebut merupakan suatu

"Jurnalisme, karena menyangkut pengumpulan informasi, sedikit berbeda dari pekerjaan intelijen. Dalam penilaian saya, pekerjaan seorang jurnalis sangat menarik."

Vladimir Putin (Presiden Rusia)