Connect With Us

Innalilahi, Kabid Smart City Tangsel Wafat Saat Bekerja

Yudi Adiyatna | Selasa, 16 Juli 2019 | 14:19

Ruang kerja Kepala Bidang Smart City, Statistik dan LPSE Kominfo Tangsel. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com - Kabar duka datang dari jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan (Diskominfo Tangsel). Isep Cuarsa, Kepala Bidang Smart City, Statistik dan LPSE Kominfo Tangsel meninggal dunia saat sedang bekerja di ruangannya, Selasa (16/7/2109).

Pak Isep, panggilan akrabnya, meninggal dunia setelah tiba-tiba diduga terkena serangan jantung ketika berada di lantai 6 Gedung Puspemkot Tangsel, sekitar pukul 13.00 WIB.

"Iya sedang ngobrol dengan konsultan. Tiba-tiba kepalanya sakit dan jatuh," ujar Kasie Humas Pemkot Tangsel Satiri saat dikonfirmasi.

Korban pun kemudian oleh beberapa staff Diskominfo Tangsel dan tim medis dilarikan ke RSUD Tangsel guna mendapatkan pertolongan. Namun akhirnya, dia menghembuskan nafas terakhirnya.

"Tadi sempat di bawa ke RSUD. Tapi sekarang sudah dibawa ke rumahnya di Pamulang," tutur salah seorang staff Diskominfo Tangsel.

Saat ini korban pun dibawa ke rumah duka di Vila Pamulang Mas, Kelurahan Bambu Apus, Pamulang, untuk disemayamkan.(RAZ/RGI)

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

SPORT
Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 | 10:47

Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill