Connect With Us

Dekopinda Tangsel Harap Panglima Pembangunan Tangsel Bukan Infrastruktur

Rachman Deniansyah | Jumat, 23 Agustus 2019 | 22:01

Dudung E. Direja, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Tangerang Selatan (Tangsel). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dudung E. Direja, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Tangerang Selatan (Tangsel) menilai bahwa ekonomi kerakyatan akan menjadi tonggak dalam pembangunan ekonomi di Kota Tangsel.

Hal itu ia sampaikan usai membuka Dekopinda Cup Futsal di Futsal Camp, Jalan R.E. Martadinata, Ciputat, Tangsel, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, sistem perekonomian dengan berbasis kekuatan ekonomi rakyat ini harus terus didorong di Kota Tangsel. Sistem ekonomi kerakyatan ini juga dapat stabil dikala krisis perekonomian terjadi.

"Lebih stabil dibandingkan dengan padat modal. Oleh karena itu saya mengharapkan panglima pembangunan Tangsel bukan lagi infrastruktur, tapi membuat menguatkan ekonomi kerakyatan," katanya.

Ia menilai, saat ini ekonomi kerakyatan di Tangsel sudah mulai menggeliat. Hal itu terlihat dengan meningkatnya jumlah koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah.

"Makanya, keberpihakan pemerintah harusnya ke arah situ. Masyarakat kita dorong untuk itu (berkoperasi dan membangun UMKM)," imbuhnya.

Dudung yang juga menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) mengaku memiliki dua fokus dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan.

"Pertama permodalan dan kedua adalah pemasaran," imbuhnya.

Untuk mencapai hal itu, lanjutnya, ia akan membuat Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) untuk masalah permodalan. Sedangkan terkait masalah pemasaran ia akan membantu melalui pengelolaan pasar tradisional.

"Nanti kita kasih slot UMKM kita di masing-masing pasar. Sehingga kita dapat mengakselerasikannya," pungkasnya.(MRI/RGI)

TANGSEL
Mediasi Gagal, Orang Tua Murid Keukeuh Lanjutkan Proses Hukum Guru di Tangsel

Mediasi Gagal, Orang Tua Murid Keukeuh Lanjutkan Proses Hukum Guru di Tangsel

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:39

Upaya mediasi yang dilakukan Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dalam kasus dugaan ucapan tidak menyenangkan oleh seorang guru SD berakhir gagal.

TEKNO
Komdigi Buka Opsi Blokir Permanen Grok AI

Komdigi Buka Opsi Blokir Permanen Grok AI

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:29

Aplikasi kecerdasan buatan Grok masih diblokir sementara di Indonesia sejak 10 Januari 2026. Hampir tiga pekan setelah pemblokiran diberlakukan, belum ada kepastian kapan akses terhadap layanan tersebut akan kembali dibuka.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill