Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik
Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:53
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.
TANGERANGNEWS.com-Tari Nong Anggrek atau Tari Putri Anggrek menjadi tarian ikon Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Tarian ini mulai dikenal sejak 2010, saat dikembangkan oleh Sanggar Tari Ragam Budaya Nusantara.
Di bawah binaan Ketua Sanggar Tari Sherly Fatmarita, tarian ini mulai diciptakan. Selain itu, tarian ini juga berada langsung di bawah binaan Dinas Pariwisata Kota Tangsel.
Road Manager Sanggar Tari Ragam Budaya Nusantara Tia Tritiya Rahma menjelaskan, tarian tersebut penuh dengan filosofi, mulai dari gerakan, hingga pakaian para penarinya.
Sesuai dengan namanya, gerakan tarian ini merefleksikan kehidupan bunga Anggrek jenis Vanda Douglas, yang banyak dibudidayakan di Kota Tangsel.
"Ya geraknya itu melambai, menggambarkan bunga anggrek yang terkena angin, kemudian ditambah gerak bunga anggrek mekar, hingga gerak tumbuhan yang ada di atas permukaan situ (danau)," ucapnya kepada TangerangNews, di Kawasan Area Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Setu, Kota Tangsel, Minggu (6/10/2019).

Tia menjelaskan, sejak diciptakan, Tari Nong Anggrek selalu dibawakan oleh tujuh penari yang cantik jelita.
"Kenapa tujuh? Karena itu filosofi dari anggrek sendiri. Bunga Anggrek Vanda Douglas itu terdiri dari tujuh hinggga 10 bunga tiap tangkai, tapi setiap panen itu adalah tujuh. Itulah yang menjadi filosofi dari jumlah penari," ungkapnya.
Selain itu, kata Tia, dari segi pakaian pun juga memiliki makna. Ia mengambil filosofi dari Kota Tangsel yang masyarakatnya kebanyakan terdiri dari 4 etnis, yaitu Etnis Betawi, Jawa, Sunda dan Tionghoa.
"Makannya musiknya juga ada musik tradisional yang biasa dipakai orang Chinese di gambang kromong. Ketika anggrek itu tertutup terlihat seperti mahkota orang Chinese, ketika dia mekar maka terlihat seperti bunga aggrek," tuturnya.
"Tarian ini juga menggunakan rok lebar, kemudian mereka ada gerakan muter tuh, karena kita launching itu 7 penari, 7 anggrek. Selain dari anggrek, itu filosofinya Tangsel memiliki 7 situ, jadi pas roknya mekar itu adalah mencerminkan situ-situ di Tangsel," tambahnya.
Tia menjelaskan, semua gerakan, serta pakaian yang oenuh filosofi itu tak diciptakan dengan mudah. Melainkan, ia harus melakukan observasi terlebih dahulu.
"Kita lihat anggrek tersebut, lalu kita foto dari mulai kuncup sampai mekarnya gimana, jadi memang kita benar-benar mengangkat ikon Kota Tangsel," pungkasnya.(RAZ/RGI)
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.
TODAY TAGKawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Sulit tidur, bangun dalam kondisi tetap lelah, sulit berkonsentrasi hingga sering lupa menjadi keluhan yang kerap muncul di tengah gaya hidup masyarakat urban
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews