Connect With Us

Serius Nyalon Wali Kota Tangsel, Siti Nur Azizah Mundur Sebagai PNS

Yudi Adiyatna | Minggu, 10 November 2019 | 11:41

Bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah mengembalikan dokumen pencalonan sebagai Bacalon Wali Kota Tangsel ke Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra di Serang, Banten, Sabtu (9/11/2019). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Bakal calon (Bacalon) Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Siti Nur Azizah memantapkan diri menjadi politisi. Keseriusannya itu dibuktikan dengan pengunduran dirinya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Agama RI.

Keterangan itu ia sampaikan saat mengembalikan dokumen pencalonan sebagai Bacalon Wali Kota Tangsel ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Serang, Banten, Sabtu (9/11/2019.

"Demi membuktikan keseriusan niat saya tersebut secara berani, tulus dan ikhlas saya telah mengajukan pengunduran diri dari profesi saya selaku PNS, sebuah profesi yang telah saya jalani selama 18 tahun di Kementerian Agama RI," ujarnya.

BACA JUGA:

Ia juga menegaskan, keseriusannya berkiprah sebagai politisi bukan aji mumpung karena posisinya sebagai Puteri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Melalui perahu politik partai besutan Prabowo Subianto itu, Azizah menyakini memiliki satu visi dengan partai yang memiliki semboyan di awal pendiriannya untuk mendapatkan "Haluan Baru, Pemimpin Baru".

"Seperti itulah kiranya suasana kebatinan masyarakat Tangsel yang mendorong saya maju saat ini," tambahnya.

Dengan kondisi Tangsel demikian, Azizah juga menyatakan, tekadnya berkontestasi di Pilkada Tangsel bukan dilandasi oleh ambisi pribadi, melainkan karena mewakili harapan dan keinginan masyarakat Tangsel yang harus segera diwujudkan.

"Semangat saya maju di Pilkada Tangsel juga karena dilandasi oleh semangat yang sama dengan makna "kotak persegi panjang bergaris hitam, berwarna dasar putih dalam logo Partai Gerindra yang melambangkan kesucian dan keikhlasan. Kotak persegi tersebut di tengah terdapat lima persegi bergaris hitam dengan dasar merah, yang melambangkan keberanian," bebernya.

Demi membuktikan keseriusan itu, kembali Azizah menegaskan alasannya mengundurkan diri sebagai PNS  di Kementerian Agama RI.

"Saya memilih untuk terjun ke dunia politik, dimana politik adalah sebuah jalan hidup yang baru bagi saya namun cukup menatang dan memacu andrenalin untuk dinikmati," katanya.

Dalam visinya, Azizah mengusung tagline Permata Tangsel merupakan akronim dari gagasan "Pemerataan Kemajuan untuk Kesejahteraan". Hal tersebut, dijelaskannya, merupakan pengejawantahan dari gagasan dan cita-cita Partai Gerindra sebagaimana tertuang dalam manifestonya.

Manifesto Partai Gerindra, kata dia, adalah partai yang mencita‐citakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial, yakni masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan kesetaraan gender. Keadilan sosial harus didasari atas persamaan hak, pemerataan, dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.

"Dengan jumlah 8 kursi DPRD di Kota Tangsel saya berharap Partai Gerindra bisa mengambil inisiatif lebih untuk mendukung gagasan perubahan yang saya tawarkan melalui visi besar "Permata Tangsel"," ujarnya.

"Besar harapan saya untuk bisa terbang tinggi bersama burung garuda demi mendapat sudut pandang yang lebih jitu dan elegan dari ketinggian angkasa raya demi menciptakan mayarakat Tangsel yang adil dan makmur bersama Partai Gerindra. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi?," pungkasnya.(MRI/RGI)

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

KAB. TANGERANG
Kasus Intoleransi di GKPI Rajeg, Polresta Tangerang Tetapkan Aji Cahyono Putra Sebagai Tersangka

Kasus Intoleransi di GKPI Rajeg, Polresta Tangerang Tetapkan Aji Cahyono Putra Sebagai Tersangka

Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:42

Polresta Tangerang resmi menetapkan Aji Cahyono Putra sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembubaran ibadah dengan membawa senjata tajam (sajam) pada jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Rajeg, Kabupaten Tangerang.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill