Connect With Us

Tingkatkan Pelayanan Mutu, RSU Tangsel Gelar Workshop Internal SNARS 1.1

Advertorial | Rabu, 4 Desember 2019 | 12:06

| Dibaca : 377

Kegiatan workshop internal Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit 1.1 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar workshop internal Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) 1.1 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel, Selasa (3/12/2019).

Workshop yang melibatkan sekitar 80 peserta dari seluruh lapisan RSU Tangsel ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan mutu dan keselamatan pasien RSU Kota Tangsel, khususnya menuju penilaian SNARS 1.1 yang akan dilaksanakan Desember tahun 2020 mendatang. 

Kegiatan workshop internal Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit 1.1 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel.

"Ini merupakan persiapan yang dilakukan RSU Tangsel untuk meningkatkan pelayanan RSU, terutama dalam menyambut penilaian SNARS edisi 1.1. Karena penilaian akreditasi rumah sakit dilakukan tiga tahun sekali. Sebelumnya dilakukan tahun 2017," jelas ketua tim akreditasi RSU Kota Tangsel, dr. Dian Permatasari.

Kegiatan workshop internal Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit 1.1 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel.

Menurutnya, workshop ini sangat penting. Sebab, pada SNARS edisi 1.1 memiliki pembaruan dari edisi sebelumnya, yaitu SNARS edisi 1.

"Penilaian SNARS 1.1 akan melibatkan tiga kelas, yaitu kelas manajemen, kelas medis, dan kelas perawatan," tutur Dian. 

Kelas manajemen, diantaranya meliputi peningkatan mutu, keselamatan pasien, tata kelola rumah sakit, dan lainnya. Sedangkan kelas medis, meliputi pelayanan kamar bedah, pelayanan/asesmen pasien, dan lainnya. 

"Kalau untuk kelas keperawatan, diantaranya meliputi pencegahan dan pengendalian infeksi, hak pasien dan keluarga, dan lainnya," imbuhnya.

Dian mengatakan, setidaknya terdapat 15 kelompok kerja (pokja) yang akan diikutsertakan dalam penilaian akreditasi tersebut. 

"Elemen penilaiannya banyak. Selain itu, yang terlibat dalam penilaian pun banyak. Tahun ini kita melibatkan seluruh kepala ruangan terutama perawat-perawat, kepala unit, kepala instalasi, bidang bahkan sampai Direktur juga kita libatkan di SNARS edisi 1.1 ini," tutur Dian. 

Kegiatan workshop internal Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit 1.1 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel.

Selain itu, kata Dian, poin penilaian SNARS edisi 1.1 juga memiliki tambahan dari penilaian sebelumnya. 

"Perbedaannya tidak terlalu banyak, ada penambahan dari program nasional. Diantaranya Geriatri (cabang kedokteran yang mempelajari keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit pada usia lanjut, dan fokus pada penuaan dini) dan PPRA (Program Pengendalian Resistensi Antimikroba) untuk pengendalian resistensi antibiotik.  Sebelumnya itu tidak ada," terang Dian. 

Untuk itu, RSU Kota Tangsel mendatangkan tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit, dr. Mary S Maryam dan  dr. Zirmacatra, sebagai narasumber dalam workshop tersebut. 

"Jadi harus disiapkan semuanya agar sesuai dengan standar akreditasi yang sudah dibuat," pungkasnya.(ADV)

OPINI
Pemilukada Tahun 2010

Pemilukada Tahun 2010

Rabu, 20 Mei 2020 | 16:53

Oleh : Zulpikar, Komisioner bawaslu Kabupaten Tangerang

PROPERTI
Milenial jangan Piknik saat Pandemik, Lebih Baik Invest Properti yang Turun Harga

Milenial jangan Piknik saat Pandemik, Lebih Baik Invest Properti yang Turun Harga

Kamis, 14 Mei 2020 | 22:03

TANGERANGNEWS.com- Properti masih menjadi sektor yang akan tumbuh di masa pandemi saat ini.

NASIONAL
COVID-19 Ubah Opini Publik Soal RUU Ciptaker

COVID-19 Ubah Opini Publik Soal RUU Ciptaker

Jumat, 29 Mei 2020 | 13:55

TANGERANGNEWS.com-Ketika wabah COVID-19 terdeteksi dan makin menyebar di Indonesia, banyak isu di media teralihkan. Tapi perbincangan tentang RUU Cipta Kerja (Ciptaker) yang sebelumnya didominasi berita penolakan, tampak berubah

"Belajar dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, berharaplah untuk hari esok "

Albert Einstein