Connect With Us

Damkar Tangsel Kesulitan Basmi Ulat Bulu, Ini Alasannya

Rachman Deniansyah | Rabu, 15 Januari 2020 | 17:21

Ulat Bulu. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan kesulitan membasmi wabah ulat bulu yang menyerang Perumahan Hakiki RT 05/02, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangsel, Selasa (14/1/2020).

Komandan Pleton (Danton) Grup Charlie Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Sahroni menjelaskan, dalam membasmi ulat bulu itu, pihaknya tak menggunakan cairan khusus pembasmi serangga, atau pestisida. "Karena dari kantor kita belum memiliki pembasminya, enggak ada pestisida," kata Sahroni saat dihubungi, Rabu (15/1/2020).

Sahroni mengatakan, sebagai alternatif pestisida, pihaknya menggunakan zat kimia lainnya, yaitu cairan foam.  "Foam liquid itu zat kimia juga, tapi khusus buat kertas, kayu. Sama kaya sabun gitu berbusa. Biasanya efektif digunakan untuk kebakaran," jelasnya. 

Dijelaskan Sahroni, cairan foam itu sebenarnya kurang efektif untuk membasmi ulat bulu.  "Karena kemarin kita semprot ada lah yang mati, tapi menurut saya, kalo disemprot bukan semakin hilang,  tapi (hanya) membuat ulat yang ada di atas pohonnya itu jatuh. Jadi masih ada (ulat bulunya)," tuturnya. 

Ia menyebut, pembasmian wabah ulat bulu yang menyerang warga itu baru pertama kali terjadi.  "Selama ini belum pernah melakukan itu pembasmian ulat bulu. Pas tahun sebelumnya belum pernah," katanya. 

Pantauan di lokasi, ulat bulu yang menyerang warga sejak seminggu lalu masih terlihat di Perumahan Hakiki RT 05/02, Serua, Ciputat, Tangsel. Beberapa ekor ulat bulu masih ditemukan melintas ke jalanan, rumah warga,  dan pos petugas keamanan setempat. (RMI/HRU)

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill