Connect With Us

Diskusi MTRS: Tinggalkan Pendidikan Sekuler, Kembali ke Islam

Redaksi | Sabtu, 25 Januari 2020 | 18:32

Kegiatan pengajian di masjid Al Bayan di kawasan kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan. (Istimewa / Istimewa)

 

 

TANGERANGNEWS.com-Puluhan muslimah memadati selasar masjid Al Bayan di kawasan kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan beberapa hari yang lalu.

Mereka menyimak pemaparan materi menyoal pendidikan ideal yang dihelat Majelis Taklim Rindu Syariah.

Diskusi bertajuk Pendidikan Ideal: Merdeka Belajar atau Belajar Merdeka? itu dipandu oleh ustazah Novie Rachmawaty dengan narasumber ustazah Fitriyani, dan ustazah Bintoro Siswayanti.

Kegiatan pengajian di masjid Al Bayan di kawasan kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan.

Dalam pengantarnya, pemandu diskusi mengatakan, pendidikan merupakan salah satu hal penting yang dapat meningkatkan peradaban umat di suatu bangsa. Karenanya, ia mengajak peserta untuk mencari tahu kondisi pendidikan di Indonesia, serta mencari solusi untuk mengatasi kondisi tersebut.

Dalam pemaparannya, Fitriyani, seorang pemerhati pendidikan,  mengupas makna merdeka belajar dan belajar merdeka dari kacamata pendidikan di Indonesia.

Dikatakannya,  berdasarkan skor PISA ( Programme for International Student Asessment ), Indonesia berada diperingkat 6 terakhir dari 79 negara. Peringkat itu untuk hasil ujian matematika, membaca, dan sains.

Peringkat Indonesia dalam PISA, lanjutnya, terus menurun. Hal ini juga yang menjadi landasan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, mengubah beberapa arah kebijakan pendidikan sebagai terobosan agar Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang siap kerja dan memenuhi kebutuhan industri.

"Namun, apakah kebijakan tersebut merupakan solusi permasalahan pendidikan di Indonesia?. Kemudian, apa solusi tersebut membuat para siswa di Indonesia bisa "Merdeka dalam belajar" atau Indonesia masih dalam status "Belajar merdeka?" ucapnya.

Kegiatan pengajian di masjid Al Bayan di kawasan kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan.

Ia menerangkan, dalam sistem sekuler saat ini, pendidikan hanya dirancang untuk melahirkan manusia yang siap memasuki pasar tenaga kerja dan penggerak mesin industrialisasi dunia. Penyiapan tenaga kerja digital terkini, sekedar mencetak tenaga kerja terdidik bagi pemasaran teknologi kapitalisme global agar Indonesia siap membeli produk teknologi tersebut. 

"Inilah yang membuat siswa di Indonesia masih jauh dari status merdeka belajar," tegasnya.

"Berbeda dengan sistem Islam, pendidikan menjadikan manusia mengetahui hakikat dirinya, sehingga ia memahami tujuan penciptaannya dan akhirnya menjadi hamba Allah yang sesungguhnya," lanjutnya.

Dalam sistem ini, Fitriyani memaparkan, para siswa merdeka dari menghamba kepada sesama manusia, dan menjadi makhluk Allah SWT yang menebar manfaat seluas-luasnya. 

"Dengan kata lain proses belajar mengajar bernilai ibadah dan hasilnya dapat memberi manfaat bagi kehidupan umat. Inilah yang disebut sebenar-benarnya merdeka dalam belajar," tutupnya.

Sementara, pada sesi kedua, Bintoro memaparkan materi Islam Mencerdaskan Bangsa. 

Menurutnya, ada tiga bahaya ilmu pengetahuan berbasis ekonomi, antara lain, terjadinya pergeseran tujuan menuntut ilmu ke arah materialistik, melambatnya perkembangan ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan tidak mensejahterakan rakyat.

Untuk menyelesaikan bahaya dan permasalahan pendidikan tersebut, Bintoro menjelaskan,  bahwa suatu negara wajib untuk meninggalkan sistem pendidikan sekulerisme dan kembali ke sistem Islam atau khilafah.

"Dengan demikian, tujuan pendidikan yang bisa melahirkan manusia berintegritas atau berkepribadian Islam, menguasai ilmu dan kompetensi untuk melahirkan amal shalih atau maslahat bagi masyarakat dapat diwujudkan," katanya.

Kemudian ia menjelaskan bagaimana penyelenggaraan sistem pendidikan di negara Islam, mulai dari kurikulum, metode belajar hingga strategi pendidikannya. 

"Semua penyelenggaraan sistem pendidikan tersebut tidak terlepas dari peran negara sebagai pelayan ummat. Dengan demikian kemerdekaan dalam belajar dan menuntut ilmu bisa terwujud," terangnya.

Sebelum mengakhiri sesi diskusi, Bintoro juga menayangkan video mengenai keberhasilan penerapan sistem Islam dalam pendidikan. Dalam video tersebut terlihat bahwa pada masa khalifah Abasiyah lahir para ilmuan-ilmuan dengan penemuan-penemuan yang hebat bahkan teknologinya masih digunakan hingga sekarang.(RMI/HRU)

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

HIBURAN
Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:53

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.

TANGSEL
Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3 Jadi Alasan Mukroni Lepas Jabatan Kadispora Tangsel

Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3 Jadi Alasan Mukroni Lepas Jabatan Kadispora Tangsel

Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:59

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

KAB. TANGERANG
Amud Dorong Kolaborasi Atasi Sampah Liar di Kabupaten Tangerang

Amud Dorong Kolaborasi Atasi Sampah Liar di Kabupaten Tangerang

Minggu, 4 Oktober 2026 | 14:27

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan sektor swasta untuk mengatasi persoalan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill