Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com-Selain terjangkit virus Chikungunya, puluhan warga Kampung Rawa Lele RW 10, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, yang mengeluh nyeri pada persendian, ternyata juga terinfeksi penyakit lain.
Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie berdasarkan laporan yang diterimanya dari Dinas Kesehatan, Kamis (13/2/2020).
"Informasi sementara tidak semua chikungunya, sekarang tinggal lima, selebihnya sudah sembuh. Dikhawatirkan itu bukan chikungunya semuanya. Sebagian karena leptospirosis," kata Benyamin saat dihubungi awak media.
Sebab, kata Benyamin, leptospirosis memang memiliki gejala yang sama, yakni demam dan nyeri pada bagian persendian. Sementara, untuk penularannya juga melalui hewan.
"Leptospirosis diakibatkan oleh bakteri yang ditularkan oleh tikus," sambungnya.
Serupa dengan chikungunya, penularan leptospirosis juga dipicu oleh lingkungan yang kotor atau kurang sehat.
"Karena itu faktor lingkungan, akibat dampak banjir kemarin. Waktu kemarin (saat banjir) kan memang Rawa Lele, Jombang banjir," tuturnya.
Benyamin meminta kepada dinas terkait untuk turun ke masyarakat agar melakukan pemantauan dan pelayanan bagi masyarakat.
"Makanya saya sudah minta ke Dinas Kesehatan untuk turun ngecek, kemudian lakukan tindakan medis di sana. Kemudian bersama dinas teknis yang lain, seperti sumber daya hidup, sumber daya air PU, ya melakukan pembersihan lingkungan atau lainnya," pungkasnya. (RMI/RAC)
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGArtis dan juga komedian wanita Yenni Rahmawati atau yang kerap disapa Boiyen menggugat cerai suaminya Rully Anggi Akbar di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews