Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TANGERANGNEWS.com-Puluhan petugas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) kembali melakukan proses clean up (pembersihan) paparan radiasi nuklir di Perumahan Batan Indah Blok J, Setu, Kota Tangsel, Minggu (16/2/2020). Puluhan petugas yang dilengkapi masker, sarung tangan, pelindung rambut, serta sepatu khusus itu langsung turun dengan mengambil sampel tanah di sekitar lokasi sumber paparan radiasi nuklir.
Dalam proses pengambilan sampel tanah itu, mereka pun turut diawasi ketat oleh personel Brimob Polda Metro Jaya. Kepala Biro Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengatakan, proses clean up ini dilakukan, lantaran di sekitar lokasi masih diduga terdapat titik paparan radiasi.
"Kita dari Batan dan Bapeten akan melanjutkan proses clean up yang kemarin belum selesai. Kita akan mengambil sisa-sisa tanah yang masih mengandung zat radioaktif untuk dibawa ke Batan untuk diolah," ucap Heru di lokasi.
Selanjutnya, kata Heru, Batan bersama Bapeten akan kembali melakukan pemantauan atau monitoring terhadap lokasi yang terpapar tersebut. "Seusai itu, kita akan melakukan mapping kembali sehingga daerah ini bisa kita nyatakan aman. Nah, selain itu tentunya kita juga akan melakukan identifikasi lanjutan. Apakah setelah yang nanti kita pindahkan masih ada paparan yang masih melebihi (batas ambang radiasi). Itu kita lakukan berikutnya setelah memindahkan tanah yang terkontaminasi," paparnya.
Heru menjelaskan, dalam proses pembersihan yang memakan waktu berjam-jam itu, pihaknya sempat mendapatkan kendala. "Kendalanya di pengangkutannya. Jadi setelah pengangkutan tanah ini, kita akan berikan info lagi," pungkasnya.
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TODAY TAGKebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
Merasa sehat bukan berarti kadar gula darah dalam tubuh berada dalam kondisi normal. Diabetes melitus dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan sehingga sering kali diabaikan.
Persita Tangerang resmi memperkenalkan jajaran pelatih dan skuad terbarunya untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews