Connect With Us

Warga Batan Indah Tidak Terpengaruh Temuan Radioaktif 

Rachman Deniansyah | Senin, 17 Februari 2020 | 17:08

| Dibaca : 318

Agung Wahyu Kencono, mantan pekerja BATAN yang tinggal di sekitar lokasi penemuan paparan radiasi, Perumahan Batan Indah, Setu, Tangsel. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Penemuan paparan radiasi nuklir di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan, tak membuat warga setempat merasa khawatir. 

Sebab, paparan radiasi dari serpihan radioaktif Caesium-137 yang terdeteksi di lingkungan itu dinilai tak berbahaya. 

Seorang warga setempat yang juga pernah bekerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Agung Wahyu Kencono menyebut bahwa radiasi itu tak sebesar seperti yang diberitakan. 

Terlebih, saat ini titik pancaran radiasi itu juga telah di tangani oleh Batan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).  Selain itu, radius peringatan yang ditetapkan pun tak sampai lebih dari 10 meter. 

"Sebenarnya biasa saja, yang terekspos seolah daerah kami ini berbahaya. Ada garis kuning dari Bapeten itu sudah biasa. Kalau dari intensitas pancaran ini bukan dari reaktor sana. Karena terlalu kecil untuk meradiasi lebih dari 10 meter kan," kata Agung di lokasi, Senin (17/2/2020).

Agung yang pernah menjabat sebagai kepala Balai Teknologi Fisika di Pusat Teknologi Saint Materi di Batan sejak tahun 1986 hingga 2000 itu mengetahui betul besaran paparan radiasi limbah radioaktif Caesium-137 yang saat ini ditemukan di lingkungannya. 

Menurutnya, radiasi itu justru lebih rendah dibanding saat dirinya bekerja di tengah reaktor yang ada di kawasan Pusat Penelitian dan Pengetahuan Teknologi (Puspiptek) kala itu.

Hal itu, kata dia, bisa dibuktikan dengan kondisi vegetasi dan makhluk hidup lain yang ada di sekitar titik paparan.

"Bisa dilihat sendiri tanaman di situ tidak ada yang rusak, tapi subur semua. Sederhananya itu aja. Padahal kami (saat bekerja) semacam di bawah bahaya, karena kami tahu kalau di dalam paparan lebih besar," paparnya.

Agung justru merasa heran dengan respon masyarakat yang seakan berlebihan.

Padahal, lanjut Agung, warga beraktivitas seperti biasa. Sebab dengan jarak 25 meter saja, itu cukup aman. 

"Kita terusik karena banyak ekspos seolah-olah ini seperti besar sekali. Akhirnya kita dibanjiri sama teman dan saudara yang menanyakan keadaan kami. Ini jadi lebih tidak nyaman dari sebelumnya," pungkasnya. (RAZ/RAC)

TEKNO
Menristek Sebut Jambu Biji Tingkatkan Imunitas Hadapi COVID-19

Menristek Sebut Jambu Biji Tingkatkan Imunitas Hadapi COVID-19

Sabtu, 28 Maret 2020 | 18:40

TANGERANGNEWS.com-Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Prof Bambang PS Brodjonegoro, melalui

PROPERTI
Pengamat Nilai Ada Celah Pada Pergub Bagi Penghuni Nakal  

Pengamat Nilai Ada Celah Pada Pergub Bagi Penghuni Nakal  

Jumat, 13 Maret 2020 | 21:57

“Untuk alasan pembatasan atau pemutusan fasilitas, itu sangat luas dan dapat dimanfaatkan oleh penghuni yang memang berniat untuk tidak membayar, karena tahu ada larangan mengenai pemutusan fasilitas dasar,” ujar Eddy, Jumat (13/3/2020).

HIBURAN
Pekik Rabu Pagi Enigma di Jalan Gading Serpong

Pekik Rabu Pagi Enigma di Jalan Gading Serpong

Rabu, 29 Januari 2020 | 11:00

TANGERANGNEWS.com-Pekik kurang lebih sekitar 10 pemuda langsung memecah kesunyian malam di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, Gading Serpong, Serpong Utara, Kabupaten Tangerang pada Rabu (29/01/2020) sekitar pukul 02.30 WIB.

NASIONAL
BPTJ Keluarkan Surat Edaran Pembatasan Moda Transportasi di Jabodetabek

BPTJ Keluarkan Surat Edaran Pembatasan Moda Transportasi di Jabodetabek

Rabu, 1 April 2020 | 20:54

TANGERANGNEWS.com-Untuk mengurangi pergerakan orang selama pandemic virus Corona (COVID-19). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek

"Kuatkan dirimu, karena semuanya akan menjadi lebih baik. Mungkin sekarang segala prahara menerpa, tetapi percayalah badai pasti berlalu"

Haile