Connect With Us

Paslon Jalur Independen Pilkada Tangsel Sepi Peminat

Rachman Deniansyah | Selasa, 18 Februari 2020 | 17:16

Achmad Mudjahid Zein, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan jalur perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 masih sepi peminat. 

Hingga hari ini, Selasa (18/2/2020), belum ada satu pun pasangan calon yang mengambil akun Sistem Informasi Calon (Silon), serta draft dokumen dukungan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel.

"Belum ada yang minta akun SILON sampai hari ini," ucap Komisioner KPU Tangsel Achmad Mudjahid Zein saat dihubungi, Selasa (18/2/2020).

Padahal, kata Mudjahid, pihaknya telah menjemput bola ke para peserta. Segala upaya telah ditempuhnya agar para calon yang ingin mendaftar melalui jalur perseorangan dapat segera mendaftar. 

"Peserta sudah kita berikan sosialisasi di bulan Desember. Kita juga sudah hubungi dan disarankan untuk meminta akun silon (kepada KPU). Namun, sampai hari ini memang belum ada juga," tuturnya.

Mudjahid mengatakan, seharusnya, pasangan calon yang ingin mendaftar melalui jalur perseorangan harus mendaftar lebih dulu. Sebab, dalam melakukan input data dukungan ke SILON membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kalau dari simulasi kita itu, satu data dukungan untuk diinput ke SILON itu memakan waktu yang lama, bisa sampai tiga menit untuk satu dukungan saja. Kan data yang harus diinput itu lebih dari 72 ribu,” ungkapnya.

Pendaftaran pasangan calon memalui jalur perseorangan itu mulai dibuka pada Rabu (19/2/2020) besok hingga Minggu (23/2/2020). Atas kondisi tersebut, besar kemungkinan akan tidak ada pasangan calon yang menempuh jalur perseorangan pada Pilkada Tangsel.

Namun meski demikian, kata Mudjahid, KPU Tangsel akan tetap menunggu hingga batas penyerahan berkas ditutup. 

"Meski begitu, kalau penyerahan berkas, kita akan tunggu sampai tanggal 23 Februari. Berkasnya itu hard copy dan soft copy . Nah soft copy itu di SILON," imbuhnya.

Ketua KPU Kota Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan, jika sampai batas waktu yang telah ditentukan tidak ada yang mendaftar, maka KPU akan mengumumkan bahwa tidak ada calon dari jalur perseorangan pada ajang PIlkada tahun ini.

“Tentunya akan kita umumkan tidak ada calon dari jalur perseorangan. Tapi kami masih menunggu sampai batas waktu akhir, karena kan bisa saja nanti tiba-tiba ada yang mendaftar dan melengkapi semua persyaratan, kita kan tidak tahu nantinya seperti apa,” singkatnya. (RAZ/RAC)

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

KOTA TANGERANG
Perayaan Maulid Nabi di Kota Tangerang Jadi Ajang Lestarikan Budaya Lokal Hingga Teladani Akhlak Rasulullah

Perayaan Maulid Nabi di Kota Tangerang Jadi Ajang Lestarikan Budaya Lokal Hingga Teladani Akhlak Rasulullah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:07

Rangkaian acara Maulid Nusantara 2026 Kota Tangerang dalam angka menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung selama lima hari resmi ditutup Selasa 25 Agustus 2026.

TEKNO
Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:08

Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill