Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-Rasa kehilangan atas meninggalnya penyanyi papan atas Indonesia, Glenn Fredly tak hanya terjadi pada keluarga dan fansnya saja, namun juga Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.
Kepada TangerangNews, Airin mengungkapkan rasa kehilangannya atas kepergian penyanyi yang identik dengan lagu-lagu romantis itu untuk selama-lamanya.
Airin pun teringat dengan kisah hidup dan perjalanan cintanya. Sebab, banyak tembang romantis yang tenar dibawakan penyanyi asal Ambon itu yang menemani hari-harinya.
"Banyak hidup saya, cerita sejarah kasih sayang kita terinspirasi dari lagu-lagu Glenn," ungkap Airin di Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel, Kamis (9/4/2020).
Terlebih, orang nomor satu di Tangsel itu pun memiliki kedekatan yang cukup baik dengan keluarga Glenn Fredly.
"Saya lebih dekat dengan papahnya, jadi papahnya Glenn adalah orang yang luar biasa, dia banyak bercerita tentang Glenn Fredly," ujar Airin.
Airin menyebut, banyak tembang milik Glenn yang ia sukai. Bahkan, di balik sosoknya yang tampak tegar, Airin pun sering merasakan galau saat mendengarkan lagu romantis dan suara lembut Glenn Fredly.
"Banyak banget (lagu yang disuka). Sangking banyaknya, sangking galaunya, sering dengerin. Seperti Januari, itu suka dan banyak yang dengerin," tutup Airin dengan tersipu malu. (RMI/RAC)
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGWakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menyoroti serius kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews