Connect With Us

Melihat Rumah Lawan COVID-19 Tangsel, Ini Fasilitasnya

Rachman Deniansyah | Selasa, 14 April 2020 | 21:04

| Dibaca : 1096

Tempat karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dalam kasus COVID-19 di Kawasan Pertanian Terpadu, Ciater, Serpong, Tangsel. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Kota Tangerang Selatan di Jalan Aksara Kencana I, Ciater, Serpong, difungsikan sementara untuk merawat orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG) COVID-19.

Bangunan yang berdiri di tanah seluas lima hektare itu bisa menampung ratusan pasien. Pemerintah Kota Tangsel memberi nama Rumah Lawan COVID-19.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menjelaskan, pembangunan fasilitas karantina ini bertujuan untuk menambah ruang karantina yang saat ini masih terbatas. 

"Meski lebih dianjurkan mengkarantina di rumah sendiri. Tapi ini juga akan berguna bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk melakukan karantina mandiri. Jadi kita siapkan di sini," ucap Airin saat peresmian di lokasi , Selasa (14/4/2020).

Menurut Airin, fasilitas ini salah satu upaya Pemkot Tangsel dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Jadi upaya ini harus dilakukan mulai dari hulu, hingga hilir. Hulunya itu adalah menjaga kesehatan, cuci tangan, jaga jarak, dan lainnya. Dan Rumah Lawan COVID-19 ini, adalah upaya di hilir kami dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk memutus mata rantai COVID-19," terangnya. 

Fasilitas ini mampu menampung 148 pasien. Tersedia 85 tempat tidur bagi pasien pria, dan 63 tempat tidur untuk pasien wanita. 

"Dimana 85 bed untuk pria terdiri dari ODP berjumlah 73 bed dan PDP Sebanyak 12 bed. Sedangkan wanita untuk ODP sebanyak 50 bed dan PDP sebanyak 13 bed," ungkap Kepala Unit PMI Kota Tangsel Suhara Manullang yang juga tim percepatan penanganan COVID-19 Tangsel.

Setiap pasien akan dikarantina selama 14 hari sehingga fasilitas yang disediakan pun menurut Suhara dibuat senyaman mungkin.

"Rumah Lawan COVID-19 ini difasilitasi dengan 24 kamar mandi yang dilengkapi dengan shower, televisi di setiap kamar, Wi-Fi, dispenser, mesin cuci, tempat jemuran, setrikaan, dan fasilitas lainnya," paparnya. 

Selain itu, tersedia juga musik yang menjadi media phsycotherapy para pasien. 

"Setiap hari akan ada diputar musik tersebut. Bahkan Kita pun menyiapkan konsultasi psikologi, senam pagi, rapidtest sebelum pulang, dan bagi pasien yang kondisinya memburuk akan dirujuk, sehingga mobil ambulans selalu standby ," sambungnya. 

Fasilitas tersebut akan mulai berfungsi pada Kamis (16/4/2020) mendatang dengan pasien berdasarkan data dari Puskesmas. 

"Jadi tempat ini tidak membuka pendaftaran. Pasien akan disesuaikan dengan data yang berasal dari Puskesmas di Tangsel. Jadi jika ada pasien rujukan dari  Puskesmas, akan ditempatkan di sini," pungkasnya.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
27 Orang Jadi Korban Penipuan Oknum PNS Tangerang, Korban Rugi Ratusan Juta

27 Orang Jadi Korban Penipuan Oknum PNS Tangerang, Korban Rugi Ratusan Juta

Jumat, 3 Juli 2020 | 16:18

TANGERANGNEWS.com–Oknum pegawai negeri sipil (PNS) Kota Tangerang berinisial DR, 39, harus berurusan dengan polisi. Dia ditangkap karena dituding telah menipu puluhan korban dengan modus menjadi pegawai negeri sipil (PNS)

MANCANEGARA
Napoleon, Ikan dari Indonesia Mulai Muncul Lagi

Napoleon, Ikan dari Indonesia Mulai Muncul Lagi

Jumat, 3 Juli 2020 | 09:45

TANGERANGNEWS.com-Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus)adalah ikan yang hidup diperairan terumbu karang. Konon dinamakan ikan Napoleon karena bentuk tonjolan di kepala ikan ini

AYO! TANGERANG CERDAS
Ayah & Bunda, Tanamkan Sikap Kritis kepada Buah Hati Sejak Dini

Ayah & Bunda, Tanamkan Sikap Kritis kepada Buah Hati Sejak Dini

Sabtu, 4 Juli 2020 | 13:11

TANGERANGNEWS.com-Fase perkembangan anak membutuhkan pendampingan intens dari orang dewasa. Kemudahan mengakses internet membuat

BANTEN
Nyaris Roboh, Rumah Nenek Sarfiah Dibangun TNI

Nyaris Roboh, Rumah Nenek Sarfiah Dibangun TNI

Sabtu, 4 Juli 2020 | 13:42

TANGERANGNEWS.com-Nenek Sarfiah, 80, tinggal sebarang kara di rumah tak layak huni di Pejaten, Kelurahan Cikerai, Cilegon. Sarfiah tinggal selama

"Dengan Hidup yang Hanya Sepanjang  Setengah Tarikan Napas, Jangan Tanam Apapun Kecuali Cinta."

Jalaluddin Rumi