Connect With Us

Melihat Rumah Lawan COVID-19 Tangsel, Ini Fasilitasnya

Rachman Deniansyah | Selasa, 14 April 2020 | 21:04

| Dibaca : 1232

Tempat karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dalam kasus COVID-19 di Kawasan Pertanian Terpadu, Ciater, Serpong, Tangsel. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Kota Tangerang Selatan di Jalan Aksara Kencana I, Ciater, Serpong, difungsikan sementara untuk merawat orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG) COVID-19.

Bangunan yang berdiri di tanah seluas lima hektare itu bisa menampung ratusan pasien. Pemerintah Kota Tangsel memberi nama Rumah Lawan COVID-19.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menjelaskan, pembangunan fasilitas karantina ini bertujuan untuk menambah ruang karantina yang saat ini masih terbatas. 

"Meski lebih dianjurkan mengkarantina di rumah sendiri. Tapi ini juga akan berguna bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk melakukan karantina mandiri. Jadi kita siapkan di sini," ucap Airin saat peresmian di lokasi , Selasa (14/4/2020).

Menurut Airin, fasilitas ini salah satu upaya Pemkot Tangsel dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Jadi upaya ini harus dilakukan mulai dari hulu, hingga hilir. Hulunya itu adalah menjaga kesehatan, cuci tangan, jaga jarak, dan lainnya. Dan Rumah Lawan COVID-19 ini, adalah upaya di hilir kami dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk memutus mata rantai COVID-19," terangnya. 

Fasilitas ini mampu menampung 148 pasien. Tersedia 85 tempat tidur bagi pasien pria, dan 63 tempat tidur untuk pasien wanita. 

"Dimana 85 bed untuk pria terdiri dari ODP berjumlah 73 bed dan PDP Sebanyak 12 bed. Sedangkan wanita untuk ODP sebanyak 50 bed dan PDP sebanyak 13 bed," ungkap Kepala Unit PMI Kota Tangsel Suhara Manullang yang juga tim percepatan penanganan COVID-19 Tangsel.

Setiap pasien akan dikarantina selama 14 hari sehingga fasilitas yang disediakan pun menurut Suhara dibuat senyaman mungkin.

"Rumah Lawan COVID-19 ini difasilitasi dengan 24 kamar mandi yang dilengkapi dengan shower, televisi di setiap kamar, Wi-Fi, dispenser, mesin cuci, tempat jemuran, setrikaan, dan fasilitas lainnya," paparnya. 

Selain itu, tersedia juga musik yang menjadi media phsycotherapy para pasien. 

"Setiap hari akan ada diputar musik tersebut. Bahkan Kita pun menyiapkan konsultasi psikologi, senam pagi, rapidtest sebelum pulang, dan bagi pasien yang kondisinya memburuk akan dirujuk, sehingga mobil ambulans selalu standby ," sambungnya. 

Fasilitas tersebut akan mulai berfungsi pada Kamis (16/4/2020) mendatang dengan pasien berdasarkan data dari Puskesmas. 

"Jadi tempat ini tidak membuka pendaftaran. Pasien akan disesuaikan dengan data yang berasal dari Puskesmas di Tangsel. Jadi jika ada pasien rujukan dari  Puskesmas, akan ditempatkan di sini," pungkasnya.(RMI/HRU)

BANDARA
Tukang Bubur Tertipu Orderan Fiktif, Motornya Raib di Bandara Soetta

Tukang Bubur Tertipu Orderan Fiktif, Motornya Raib di Bandara Soetta

Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:16

TANGERANGNEWS.com–Nasib malang dialami tukang bubur, Rasidi, 34. Warga Serang, Banten ini tertipu orderan fiktif, hingga motornya seharga Rp32 juta raib dibawa kabur pelaku. Kasus ini berhasil

TOKOH
Wulan Guritno & Nugie Terpesona dengan TOD BSD City Tangerang

Wulan Guritno & Nugie Terpesona dengan TOD BSD City Tangerang

Selasa, 6 Oktober 2020 | 10:55

TANGERANGNEWS.com-Kawasan transit oriented development (TOD) Intermoda

SPORT
7 Bulan Terhenti, Persita Harap Kepastian Kelanjutan Liga 1 2020

7 Bulan Terhenti, Persita Harap Kepastian Kelanjutan Liga 1 2020

Jumat, 16 Oktober 2020 | 17:57

TANGERANGNEWS.com–Persita Tangerang menyayangkan belum pastinya kelanjutan

MANCANEGARA
Khabib Menang, McGregor Bilang Gini Saat Tiba-tiba Pensiun 

Khabib Menang, McGregor Bilang Gini Saat Tiba-tiba Pensiun 

Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:33

"Ini adalah pertarungan terakhir saya," kata Khabib Nurmagomedov.

"Putuskan Hubungan pada orang palsu untuk alasan yang benar. Bukan memutuskan orang benar dengan alasan Palsu."

Rather Aadil