Mengenal Teknologi Photobiomodulation (PBM) untuk Perawatan Kulit Tingkat Sel
Jumat, 4 September 2026 | 22:14
Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
TANGERANGNEWS.com-Meski tengah terjadi wabah virus Corona, namun kejahatan konvensional tetap terjadi di Kota Tangsel. 11 kasus pencurian sepeda motor berhasil diungkap Polres Tangsel dan jajaran.
Hal itu diungkapkan Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan saat ungkap kasus, Kamis (16/4/2020). Kata Iman, 11 kasus itu terjadi pada periode Februari, Maret, hingga April tahun 2020.

"Pencurian kendaran bermotor (Curanmor) menjadi kasus paling banyak dengan 11 kasus dan diikuti dengan pencurian dengan pemberatan (Curat) tiga kasus, Curas dua kasus, dan pemerasan satu kasus," ujar Iman di Mapolres Tangsel.
Selain itu, terungkap juga enam tindak kejahatan konvensional lainnya, seperti pencurian dengan pemberatan, dan kekerasan.
Sebanyak 25 tersangka berhasil diamankan, serta 14 unit sepeda motor.
Selain mengamankan kendaraan bermotor, Iman beserta jajarannya juga berhasil mengamankan barang bukti lain, seperti televisi LED, air soft gun, kunci letter T, handphone, tas ransel, gagang pintu, dan rekening koran.
Ditambahkan Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono, kasus curanmor tersebut telah merata di tiap Polsek.
Ia mengatakan, dari 11 kasus pencurian sepeda motor, dua kasus diungkap Satreskrim Polres Tangsel.
"Satreskrim Polres Tangsel berhasil ungkap dua kasus curanmor dan dua kasus pencurian. Sedangkan di tiap wilayah merata satu kasus yang diungkap," tuturnya.
Sementara, kata Wibi, untuk laporan pencurian yang diterimanya mencapai tujuh kasus. Laporan tersebut masuk selama masa pandemi COVID-19 ini.
"Selama Corona ada tujuh laporan kepolisan terkait curanmor dan masih proses penyelidikan," pungkasnya.(RMI/HRU)
Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
TODAY TAGKebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengerjakan pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah rawan banjir dan longsor.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews