Connect With Us

Benyamin Akui PSBB Tangsel Belum Berhasil

Rachman Deniansyah | Senin, 27 April 2020 | 20:33

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar setelah sepekan lebih belum berhasil. Karena angka kasus COVID-19 masih terus bertambah.

Menurut data terkini yang diperbarui Satuan Gugus Tugas COVID-19 melalui laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id pertanggal 27 April 2020, peningkatan jumlah kasus terjadi pada kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). 

Adapun, peningkatan tersebut terjadi sebanyak tujuh kasus pada kasus ODP, sehingga kini berjumlah 960 kasus (267 orang sembuh dan 693 masih dipantau).

Sementara peningkatan pada kasus PDP, meningkat sebanyak delapan kasus. Sehingga jumlah kasus PDP kini mencapai 381 kasus (25 orang sembuh, 302 masih dirawat, dan 54 orang meninggal).

Sedangkan, untuk kasus positif masih bertahan dalam jumlah sebanyak 86 kasus (15 sembuh, 53 masih dirawat, dan 18 meninggal dunia). 

"Kalau diukur dari angka penderita ODP dan PDP yang angkanya cenderung naik, ya belum sepenuhnya PSBB ini memberikan hasil," ujar Benyamin saat dihubungi awak media, Senin (27/4/2020).

Menurutnya jika hasil pelaksanaan PSBB masih seperti ini, maka kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona akan diperpanjang. 

"Kita masih ada waktu ya, hari Sabtu Minggu depan sampai tanggal 1 Mei. Kalau angkanya (masih) seperti ini, kecenderungannya walaupun tidak besar, tapi ada kenaikan, ya PSBB diperpanjang," tuturnya. 

Selain itu, kata Benyamin, untuk mendisiplinkan masyarakat, maka pilihan penegakkan hukum akan lebih diperketat.

"Yang kedua, penegakan hukumnya harus lebih, sanksi sosialnya bisa lebih ketat lagi. Kita kan (selama ini) hanya menerapkan sanksi sosial. Jadi (nanti) ada peningkatan sanksinya. Kalau mereka sebelumnya hanya diberi teguran," terangnya.

Sanksi tersebut berupa memberikan sanksi administratif kepada masyarakat yang melanggar ketentuan PSBB tersebut.

"Ya kan ini hanya pembatasan, pembatasan juga sosial, tidak diikat dengan hukum positif ya hukum pidana, makanya sanksinya administratif sesuai dengan Perwal itu," katanya.

Sementara itu, tambah Benyamin, menurut pantauannya, saat ini sudah mulai banyak masyarakat yang patuh terkait peraturan PSBB ini. Walaupun, masih ada saja sejumlah masyarakat yang belum mengindahkan peraturan tersebut. 

Sudah banyak masyarakat yang mulai sadar memakai untuk masker, menjaga jarak, dan menurunnya volume kendaraan di jalan raya.

"Kalau dilihat dari itu, PSBB di Tangsel memberikan hasil yang baik. Meski, masih ada pelanggarannya, seperti bergerombol lebih dari lima orang, dan anjuran diam di rumah belum maksimal," pungkasnya.(RMI/HRU)

TEKNO
Cuma Tukar 31 Poin, Pelanggan Telkomsel Bisa Patungan Donasi Sapi Kurban di Jabotabek Jabar

Cuma Tukar 31 Poin, Pelanggan Telkomsel Bisa Patungan Donasi Sapi Kurban di Jabotabek Jabar

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:11

Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Telkomsel tidak hanya menyalurkan bantuan secara korporasi, tetapi juga membuka ruang kebaikan bagi para pelanggannya.

WISATA
Situ Cihuni Pagedangan Jadi Hidden Gem, Punya Jalur Jogging dengan Pemandangan Hijau

Situ Cihuni Pagedangan Jadi Hidden Gem, Punya Jalur Jogging dengan Pemandangan Hijau

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:58

Kini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.

HIBURAN
Tangsel dan Tangerang Masuk Daftar Kota dengan Jalan Terpanjang se-Jabodetabek

Tangsel dan Tangerang Masuk Daftar Kota dengan Jalan Terpanjang se-Jabodetabek

Selasa, 26 Mei 2026 | 14:34

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang masuk dalam daftar daerah dengan panjang jalan terbesar di kawasan Jabodetabek tahun 2025.

NASIONAL
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum

Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum

Kamis, 28 Mei 2026 | 13:09

Partai Gerindra merespons polemik terkait bantuan 1.098 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill