Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah dinanti oleh warga terdampak COVID-19 di Tangerang Selatan, akhirnya mulai dicairkan, Senin (4/5/2020).
Bantuan dari Provinsi Banten ini, akan disalurkan kepada sebanyak 5.635 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), secara bertahap.
"Per hari ini sudah siap disalurkan ke 5.635 KPM, dari total 22.258 KPM yang akan menerima melalui Bansos Provinsi Banten," jelas Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2020).
Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu itu dapat langsung diambil oleh warga melalui Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) terdekat.
"Penyaluran berjalan sesuai jadwal, seperti biasa di kantor cabang BSS dan Ciputat, dan unit kas keliling yang ditempatkan di kelurahan," jelas Wahyu.
Masyarakat pun dapat mengambil bantuan uang tunai ini di lima tempat berbeda.
"Melalui BJB syariah di Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kelurahan Cirendeu, KCP BJBS Boulevard, KCP BJBS Juanda, Ciputat, dan Kelurahan Serua Indah," ujar Sekretaris Dinas Sosial Kota Tangsel Saripudin Prawirya.
Dalam sehari ini, masyarakat yang dapat mengambil bantuan tersebut baru sebanyak 264 kepala keluarga (KK).
Sedangkan, untuk warga lainnya dapat mengambil di hari berikutnya sesuai jadwal. Adapun, jadwalnya akan berlangsung hingga bulan Juni mendatang.
"Untuk hari ini baru 264. Di Kelurahan Pondok Kacang Barat 60 KK, Kelurahan Cirendeu 64 KK, KCP Boulevard 40 KK, KCP Juanda Ciputat 40 KK, dan di Kelurahan Serua 60 KK," tutupnya.(RAZ/HRU)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Tim Subdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang menimpa seorang wanita berinisial I, 49.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews