KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Penemuan sebuah benda berbentuk mortir menggegerkan warga sekitar kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bing Bin, Kavling Serpong, RT 01/RW 04, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Dilansir dari Wartakota, peristiwa yang terjadi pada Selasa (5/5/2020) sore ini, bermula dari seorang Petugas TPU Bing Bin, Mario, tengah membersihkan kawasan pemakaman. Tiba-tiba dia menemukan sebuah beda mencurigakan.
“Sekitar pukul 14.00 WIB, saya lagi nyapu halaman, terus nemu benda itu seperti batu baja. Pas dipegang berat banget, saya kira kendi,” jelas Mario.
Saat memegang-megang benda itu, Mario menemukan sebuah kunci pada bagian atasnya. Melihat ada keanehan pada bentuk benda yang ditemukan itu, ia pun memustuskan untuk menjauhi dan meletakkanya kembali.
Mario menjelaskan usai meletakkan ia pun turut melapor penemuan tersebut kepada petuga polisi yang sedang bertugas di sekitar kawasan.
"Ada semacam kunci pengait terus beritahukan ke Bhabinkamtibmas Keluarahan Serpong," jelasnya.
Tak lama berselang polisi pun tiba dilokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memberi garis polisi di sekitar tempat kejadian.(RAZ/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGProvinsi Banten genap berusia 26 tahun pada 4 Oktober 2026. Seiring perkembangan wilayah dan tingginya aktivitas masyarakat, kebutuhan terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kesejahteraan warga.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews