Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Minimarket yang berlokasi di Jalan Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, disatroni dua rampok bersenjata tajam, pada Senin (18/5/2020) malam.
Namun, aksi keduanya sial. Sebab, berhasil digagalkan oleh aksi heroik seorang pegawai minimarket tersebut.
Nani,52, salah seorang saksi mata menuturkan, insiden yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu saat kondisi minimarket sedang sepi. Sebab, cuaca saat itu pun sedang hujan deras.

"Tiba-tiba saya dengar teriakan 'maling, maling!'. Saat dilihat, ternyata ada dua pelaku itu menggunakan senjata tajam, celurit tapi kecil," kata Nani di warung miliknya yang berlokasi tepat di seberang minimarket tersebut, Selasa (19/5/2020).
"Satu orang di motor, satunya lagi masuk ke dalam mini market," sambungnya.
Selain teriakan, saat isiden itu terjadi, terdengar pula suara pecahan kaca.
"Ternyata itu pintu minimarketnya (yang pecah). Jadi saat pelakunya masuk bawa celurit itu, dilawan sama pegawai minimarketnya. Sempat ditendang," katanya.
Menurut informasi, saat melakukan perlawanan tersebut, salah seorang pegawai mengalami sejumlah luka akibat pecahan kaca tersebut.
Meski sempat ditangkap oleh petugas keamanan setempat. Namun, kedua pelaku yang tertangkap basah itu akhirnya berhasil melarikan diri.
"Pelaku kabur ke arah Rawa Buntu, Serpong. Tapi kalau senjata tajamnya itu sudah diamankan. Katanya sih sudah dibawa ke Polsek," tuturnya.(RMI/HRU)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews