Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan
Senin, 4 Mei 2026 | 11:52
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TANGERANGNEWS.com-Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatan kembali memulangkan lima pasien yang telah terbebas dari ancaman COVID-19, Rabu (24/6/2020).
Diantara lima pasien tersebut, terdapat tiga petugas Puskesmas di Pondok Aren, Tangsel.
Mereka, diantaranya TG petugas di bagian Laboratorium, NU bagian office boy, dan EL sebagai juru masak.
Penularan COVID-19 kepada tiga petugas Puskesmas itu ditengarai oleh faktor ketidakjujuran sejumlah pasien yang berobat ke sarana layanan kesehatan tersebut.
"Rata-rata pasien datang berobat dan tidak jujur saat mengeluhkan kondisinya, karena takut ditolak. Padahal, jika jujur penanganannya kemungkinan bisa berbeda," ujar TG, Rabu (24/6/2020).
Dampak dari ketidakjujuran itu, TG dan dua rekannya tersebut sempat tak menyangka bahwa mereka terinfeksi COVID-19.
Hal tersebut baru diketahui, setelah mereka menjalani sejumlah pemeriksaan COVID-19.
"Awalnya sehat, namun saat mengikuti test swab pada tanggal 17 kemarin, hasilnya positif. Saya kaget, tapi resiko pekerjaan jadi mau gimana lagi. Kebetulan saya bertugas melayani pasien umum yang memeriksakan kesehatan di Puskesmas," paparnya.
Berkaca dari pengalamannya itu, TG mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mementingkan faktor kejujuran, terutama ketika berobat di rumah sakit ataupun Puskesmas.
Sebab jika pasien bersikap tidak jujur, maka akan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
"Para pasien yang berobat ke sarana kesehatan agar selalu terbuka dengan keluhannya. Sehingga OTG pun bisa diketahui darimana tertularnya," tandasnya.(RMI/HRU)
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TODAY TAGWarga Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi.
Meski dibanderol dengan harga fantastis, minat dan kebutuhan akan produk hunian mewah saat ini masih menjadi incaran masyarakat super high-end.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews