Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Suparjo, 50, pedagang hewan kurban di Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, menjual seekor sapi spesial peranakan Ongole (PO) asal Kebumen dengan bobot mencapai 1,2 ton.
Selain memiliki postur yang besar, sapi asal Kebumen itu terlihat tak seperti sapi pada umumnya, lantaran memiliki punuk besar seperti unta. Kelebihan sapi tersebut pun menyita perhatian warga sekitar yang melintas.
"Sapi ini beratnya 1,2 ton. Porsi makannya dibandingkan dengan sapi lain itu beda, kalau yang lain satu ember, sapi PO ini bisa tiga ember besar," ujar Suparjo, Rabu (22/7/2020).
Karena keunikan sapi itu, Suparjo mengaku telah menerima banyak tawaran dengan harga tinggi dari para calon pembeli yang berminat pada sapi tersebut.
"Sudah ada tiga orang yang nawar, mulai dari harga Rp70 juta. Tapi saya banderol harga Rp100 juta," imbuhnya.
Harga tinggi itu, karena menurutnya sapi PO Kebumen miliknya itu memiliki kualitas yang unggul dibandingkan dengan sapi Limousin.
"Sapi PO ini dagingnya lebih banyak, seratnya juga lebih lembut," pungkasnya.(RMI/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews