Connect With Us

54 Dokter Disiapkan Cek Kesehatan Hewan Kurban di Tangsel

Rachman Deniansyah | Kamis, 23 Juli 2020 | 14:14

Sapi spesial yang berbobot mencapai 1,2 ton yang di jual di lapak Suparjo, 50, pedagang hewan kurban di Jalan Raya Maruga, Ciputat, Tangsel. (TangerangNews.com / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Menjelang Idhul Adha 1441 Hijriah, sudah banyak penjual hewan kurban yang mulai menggelar lapak-lapaknya di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Untuk memastikan kesehatan hewan yang dijual oleh para pedagang tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan akan menyiapkan puluhan dokter hewan. Hal itu guna memastikan kesehatan hewan yang akan dijual di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Ada 54 dokter hewan swasta yang ikut kerjasama dengan kami. Itu nanti pada saat pemotongan hewan kurban," jelas Kepala Seksi Peternakan DKP3 Kota Tangsel Sandra Larasari, Kamis (23/7/2020).

Sejauh ini, DKP3 belum menemukan adanya hewan kurban yang kondisinya sakit tau tidak layak untuk dijual. "Selama ini enggak ada sakit parah pada hewan, cuma kelelahan saja. Mungkin saat dipindahkan dari kandang ke tempat penjualan," ungkapnya.

Pengecekan pun akan terus dilakukan hingga delapan hari mendatang, saat perayaan Idul Adha tahun 2020. Pengecekan akan dilakukan kepada seluruh lapak pedagang hewan kurban, meski tahun ini mengalami penurunan jumlah.

"Memang kami lihat lapak-lapak berkurang dibanding tahun lalu. Mungkin karena pembeliannya berkurang," pungkasnya. (RAZ/RAC)

BANDARA
Bidik 10 Besar Dunia di 2029, Bandara Soetta Kebut Transformasi Lewat 3 Program Ini

Bidik 10 Besar Dunia di 2029, Bandara Soetta Kebut Transformasi Lewat 3 Program Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12

Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill