Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Rumah Lawan COVID-19 (RLC) Kota Tangerang Selatan kembali memulangkan empat pasien yang sembuh dari COVID-19, Senin (10/8/2020).
Mereka terkonfirmasi positif usai menjalani swab test. Padahal, tidak ada gejala sama sekali yang mereka alami.
Hanya saja sebelum mengetahui positif, mereka sempat kehilangan kemampuan penciumannya. Hal itu diungkapkan Amelia, salah satu pasien yang kini telah sembuh dan diperbolehkan pulang.
"Enggak ada gejala, seperti panas, batuk, dan lainnya. Hanya saja kita enggak bisa (mengindera) penciuman. Jadi enggak bisa mencium aroma apa-apa," ungkap Amelia sebelum dipulangkan.
Menurutnya, semua aroma sama sekali tak dapat diendusnya. Hal itulah yang membuat janggal, dan akhirnya ia memutuskan untuk menjalani pemeriksaan swab.
"Sampai parfum aja saya enggak bisa mencium," ucap Amelia.
Atas hal yang dialami keempat pasien itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengimbau warganya tak menyepelekan segala gejala yang timbul.
Ia juga meminta agar warganya untuk senantiasa waspada atas penularan COVID-19 ini.
"Saya mengimbau jika ada orang-orang dan masyarakat yang bergejala seperti ini (COVID-19), silahkan langsung ke Puskesmas saja dan kita tetap juga akan menyediakan diri untuk merawat saudara-saudara (masyarakat) kita. Khususnya di RLC ini," ujar Benyamin saat memulangkan keempat pasien tersebut. (RMI/RAC)
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews