Connect With Us

Puluhan Pejuang Kemerdekaan RI Gugur di Tangsel, Ini Kisahnya

Rachman Deniansyah | Jumat, 14 Agustus 2020 | 16:21

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamim Davnie mengunjungi salah satu tempat bersejarah yang terletak di bilangan Serpong, Tangsel, Jumat (14/8/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Peristiwa Lengkong menjadi momen bersejarah. Pertempuran antara  Tentara Keamanan Rakyat melawan pasukan Jepang di Desa Lengkong, Serpong, Tangerang Selatan itu terjadi pada tanggal 25 Januari 1946.

Sebuah monumen pun didirikan sejak tahun 1993 di lokasi pertempuran tersebut yang dikenal dengan Cagar Budaya Monumen Palagan Lengkong. 

Peristiwa itu bermula saat Resimen IV Tentara Keamanan Rakyat di Tangerang yang mengelola Akademi Militer Tangerang di bawah pimpinan Mayor Daan Mogot memimpin puluhan taruna akademi untuk mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong untuk melucuti senjata pasukan Jepang.

Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo, yakni paman dari Menteri Pertahanan Prabowo Soebianto.

"Ketika perundingan hampir berhasil, tiba-tiba ada letusan senjata yang entah dilakukan oleh siapa. Karena dicurigai, Tentara Republik kemudian diserang. Semua yang mengikuti prosesi pelucutan senjata ini ya dibunuh sama Jepang, termasuk Mayor Daan Mogot yang ikut dalam melakukan perundingan," ujar Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang mendatangi lokasi monumen tersebut, Jumat (14/8/2020). 

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamim Davnie mengunjungi salah satu tempat bersejarah yang terletak di bilangan Serpong, Tangsel, Jumat (14/8/2020).

Benyamin datang ke lokasi untuk mengenang peristiwa heroik tersebut jelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020 ini.

Bagi Benyamin, peristiwa Lengkong momen bersejarah yang tak boleh dilupakan. Karena, ada nilai-nilai yang harus diteladani oleh generasi muda Tangsel.

Monumen itu pun harus dijadikan saksi sejarah yang dapat menjadi cermin bagi perjuangan mengisi kemerdekaan. 

"Saya berharap monumen sejarah ini tidak dilupakan oleh masyarakat Tangerang Selatan khususnya, umumnya masyarakat Tangerang. Bagi kita di Tangerang Selatan ini sebuah introspeksi menghargai kemerdekaan, menghargai pembangunan bahwa kita menikmati hari ini atas perjuangan melalui darah yang ditumpahkan, nyawa yang melayang para pejuang kita," ujar Benyamin 

Dalam momen kemerdekaan ini, Benyamin mengatakan bahwa kisah dan semangat para pejuang yang gugur di tanah Tangsel ini harus menjadi sebuah pembelajaran bagi masyarakat.

"Untuk menguatkan jiwa nasionalisme Republik Indonesia. Pancasila tidak tergantikan, NKRI harga mati," pungkasnya. (RMI/RAC)

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

KAB. TANGERANG
Pria Ditemukan Tewas dengan Usus Terburai di Sepatan, Diduga Korban Pembunuhan Bermotif Dendam

Pria Ditemukan Tewas dengan Usus Terburai di Sepatan, Diduga Korban Pembunuhan Bermotif Dendam

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 22:18

Warga Kampung Bayur, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat pria pada Jumat malam 2 Oktober 2026.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill