Edarkan Ribuan Butir Tramadol dan Eximer Ilegal di Kelapa Dua Tangerang, 3 Orang Diringkus
Senin, 10 Agustus 2026 | 20:09
Jajaran Polsek Kelapa Dua, Polres Tangerang Selatan, membongkar praktik peredaran obat keras daftar G ilegal.
TANGERANGNEWS.com-Bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah berziarah ke makam para leluhurnya, Minggu (13/9/2020).
Ada lima makam yang didatangi putri wapres tersebut, yakni makam Pangeran Sunyararas, Syekh Hasan Basri dan Binuang, Syekh Ciliwulung, Sultan Ageng Tirtayasa, serta ke makam sang Ibundanya, Siti.
Selain untuk mendoakan mendiang sang Ibunda, momen ziarah ini juga dimanfaatkan Azizah untuk mengenang jasa dan pelajaran yang diberikan ibunya.
Apalagi dirinya saat ini tengah terlibat dalam kontestasi lima tahunan di Kota Tangsel.
"Banyak hal yang diajarkan ibu. Dari tanggung jawab, rasa welas kasih hingga mengasihi sesama. Terutama berpihak kepada orang tak berpunya. Spirit itu yang akan saya jaga hingga kini," katanya.

Selain itu, dengan berziarah ke makam leluhur juga bagian dari silaturahmi. Semangat yang dimiliki para ulama itu yang bisa diserap dalam kehidupan sehari-hari.
"Banyak hal positif yang saya dapatkan ketika mengunjungi makam leluhur, terutama nilai yang diajarkannya. Ini yang harus terus dijaga," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan sosok Syekh Ciliwulung. Dia merupakan ulama besar Banten sekaligus pendiri pondok pesantren di Cakung, wilayah yang menjadi pusat ilmu pengetahuan di Banten pada zaman kesultanan Banten akhir abad 18.
"Jadi Cakung itu sebagai pusat pengetahuan di Banten. Maka itu, penting untuk didatangi karena banyak ilmu yang bisa digali," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Jajaran Polsek Kelapa Dua, Polres Tangerang Selatan, membongkar praktik peredaran obat keras daftar G ilegal.
TODAY TAGPerhelatan akbar yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemeritah Kota (Pemkot) Tangerang ini menghadirkan program The Frontliner hingga jumlah kuota peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews