Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC
Rabu, 6 Mei 2026 | 08:38
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
TANGERANGNEWS.com-Rahmi, 20, remaja putri asal Kota Tangerang Selatan telah membuktikan bahwa virus mematikan yang telah mewabah hampir sembilan bulan lamanya di Indonesia ini benar-benar nyata.
Rahmi dinyatakan positif terjangkit COVID-19, meski sebelumnya ia tak percaya bahwa virus ini memang ada dan menular.
"Penyakit COVID-nya sempat aku enggak percaya. Kemarin aku sehat-sehat saja, tapi kok aku positif. Nah habis itu aku menyadari COVID-19 itu ada," ungkap Rahmi di Rumah Lawan COVID-19 Tangsel, Kamis (26/11/2020).
Ia baru mngetahui dirinya tertular saat menjalani tes usap atau swab test. Tanpa diketahui sebelumnya, ternyata ia pernah bertemu atau kontak langsung dengan rekannya yang juga ternyata positif COVID-19.
"Saya saat makan sama teman dia kan demam duluan, cuma enggak langsung berfikir itu COVID-19, tetapi demam biasa. Akhirnya saat semalamnya lagi aku ngerasain demam, dan langsung swab," ujar Rahmi.
"Lalu semuanya di-swab. Saat di-swab aku positif juga. Enggak lama nunggu cuman tiga hari dirumah akhirnya aku langsung dibawa ke sini, ke rumah COVID-19 ini," sambungnya.
Atas pengalamannya itu, Rahmi berpesan kepada masyarakat untuk mengambil pelajaran dari kisahnya tersebut. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh menjalani protokol kesehatan.
"Harus lebih ditekankan lagi. Kemaren aku juga kita kaya sehat-sehat saja, gara-gara itu yang penting sekarang kita tetap menjaga kesehatan, tetap kenakan masker," pungkasnya.
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews