Connect With Us

Kebanjiran Order, Plasma Konvalesen di PMI Tangsel Sold Out

Rachman Deniansyah | Rabu, 6 Januari 2021 | 16:37

Rumah lawan COVID-19 di Tangsel. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Terapi plasma darah atau plasma konvalesen telah menjadi salah satu alternatif penyembuhan pasien penderita COVID-19 yang paling dicari.

Akibatnya, permintaan plasma darah di sejumlah daerah turut meningkat. Termasuk di Kota Tangerang Selatan. 

Hal demikian dijelaskan Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel Suhara Manulang di Rumah Lawan COVID-19 Tangsel, Rabu (6/1/2021). 

"Artinya, hari ini pun yang sudah booking (pesan) itu sudah banyak, seperti untuk golongan AB itu sudah banyak yang booking. Jadi tuh setiap hari memang ada yang booking. Jadi pas ada pendonor, itu sudah langsung ada yang booking," ujar Suhara. 

Bahkan tak jarang pihaknya mendapat permintaan dari luar daerah. 

"Banyak permintaannya. Termasuk ke luar (daerah) Tangsel juga. Bahkan, ke Kalimantan pun sudah kita kirim," tuturnya.

Untuk memenuhi peningkatan permintaan tersebut, Suhara berinisiatif untuk langsung menjemput bola dengan mendaftarkan para penyintas COVID-19 yang sembuh usai dirawat di RLC.

Untuk saat ini, sudah terdapat 80 penyintas yang bersedia dan mendaftarkan diri menjadi pendonor plasma konvalesen. 

"Kalau dari data yang mendaftar hampir 80 orang, tapi hanya 24 pendaftar yang lolos persyaratan," ujar Suhara. 

Dari 24 pendonor tersebut, dapat menghasilkan sebanyak 52 kantong plasma darah. 

"Jadi setiap satu orang pendonor bisa menghasilkan dua atau tiga kantong plasma darah. Tapi semua itu sudah sold out (habis)" pungkasnya.

HIBURAN
PET KINGDOM Kembali Gelar CARE FOR PAW, Salurkan 34,2 Ton Makanan Hewan untuk Shelter Anabul

PET KINGDOM Kembali Gelar CARE FOR PAW, Salurkan 34,2 Ton Makanan Hewan untuk Shelter Anabul

Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:24

PET KINGDOM kembali menggelar program CARE FOR PAW bertema “Kebaikan untuk Anabul” pada September hingga November 2026.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill