Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS,com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan melakukan penggeledahan terhadap kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang terletak di Jalan Permai VI Blok AX 7, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (8/4/2021).
Penggeledahan tersebut merupakan langkah lanjutan Kejari dalam melakukan penulusuran dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Tangsel 2019.
Dalam penggeledahan itu, tim penyidik Kejari Tangsel menyita ratusan bukti berupa dokumen.
"Kurang lebih sebanyak 130 eksemplar dokumen mulai dari Surat Penanggungjawaban (SPJ), kwitansi, bukti bayar, dan satu unit komputer.

Barang bukti yang didapatkan dari penggeledahan itu dilakukan penyitaan untuk kepentingan penyidikan dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Kota Tangsel 2019," ujar Kepala Seksi Intel Kejari Tangsel Ryan Anugrah, Kamis (8/4/2021).
Penggeledahan itu dilakukannya sejak pukul 11.45 WIB hingga 16.30 WIB. "Kami melakukan penggeledahan karena dokumen pemeriksaan saksi yang diberikan berupa fotokopi. Dan, kami mencari dokumen yang asli," tuturnya.
Penyalahgunaan dana hibah tersebut, kata Ryan, diduga terkait dengan adanya kegiatan fiktif yang dilakukan KONI Tangsel.
"Berupa perjalanan dinas di Jawa Barat dua lokasi dan Batam satu lokasi. Dugaan kamk kegiatan itu tidak dilaksanakan. Namun dipertanggungjawabkan fiktif," pungkasnya. (RED/RAC)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews