Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terulang. Kali ini menimpa anak perempuan berinisial W yang berusia 15 tahun di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan.
Mirisnya, kekerasan ini dilakukan oleh bapak kandungnya sendiri yang diketahui berinisial R, beserta istrinya berinisial E, yang tak lain adalah ibu tiri korban.
Salah satu pihak keluarga, Wahyudi menuturkan, aksi kekerasan yang terjadi di kota berpredikat layak anak itu terjadi pada Senin, 26 Juli 2021 lalu.
Kekerasan terjadi ketika korban sedang berada di kediaman pamannya.
"Jadi, posisi waktu itu korban sedang main di rumah saudaranya. Tiba-tiba dipanggil oleh ayah kandungnya diajak masuk ke dalam rumah sambil dimarahi," ujar Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu, 28 Juli 2021.
Saat itu, Wahyudi telah menyangka bahwa korban akan kembali menerima kekerasan. Pasalnya, kedua orang tua korban memang kerap melakukan hal serupa terhadap W.
"Korban dipaksa masuk ternyata benar, korban langsung dipukul berkali-kali dan lebih parahnya ibu tiri ikut juga menjambak korban. Sampai luka memar pada beberapa bagian wajah," katanya.
Kekerasan terhadap W itu pun menyulut kegeraman pihak keluarga.
Wahyudi beserta keluarganya pun langsung melaporkan insiden kekerasan terhadap W itu ke pihak Kepolisian, dengan nomor laporan polisi TBL/B/948/VII/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA.
Wahyudi mengatakan, dirinya juga telah membuat visum atas beberapa luka yang diderita W lantaran kekerasan itu.
Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel, Ipda Tita Puspita Agustina, membenarkan kejadian tersebut.
"Sudah (melapor). Saat ini masih penyelidikan. Minggu depan akan dilanjutkan," singkatnya.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPetugas Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sebuah warung di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi yang disinyalir kerap menjadi lokasi peredaran minuman keras dan aktivitas prostitusi.
Siang kemarin, Kamis 16 April 2026, TangerangNews bersama para wartawan lainnya mencoba kulineran ke Hampton Square di kawasan Gading Serpong. Cuaca di luar terasa memang panas, begitu masuk ke salah satu tenant Gudeg Mercon Bu Prih
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews