Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Situasi di Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatan, sepintas terlihat ada yang berbeda. Kini tak ada lagi aktivitas mencolok yang dilakukan oleh para pasien kala pagi, siang, ataupun sore hari.
Pasalnya, tempat karantina terpusat itu kini hanya merawat seorang pasien. Dia adalah remaja berusia 12 tahun bernama Marcel Pramudya.
Lebih dari sepekan lalu, Marcel dinyatakan positif COVID-19. Sejak itulah ia harus menjalani karantina di Kawasan Pertanian Terpadu Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Awalnya ia tak sendirian. Saat pertama kali menginjakkan kakinya di tempat karantina, ia disambut oleh enam pasien lainnya. Sebagai pasien termuda, ia pun disambut baik dan diayomi oleh mereka.
Namun empat hari berselang, Marcel tak lagi dapat menjalani karantina bersama, lantaran keenam pasien lainnya telah dinyatakan sembuh secara bertahap.
Sejak itulah harus Marcel yang merupakan seorang santri itu mulai menjalani masa karantina seorang diri. Ia menempati salah satu tenda klaster Palm pada zona II RLC Tangsel.
"Sekarang hari Senin, sudah seminggu satu hari," kata Marcel kala ditemui di lokasi karantina, Senin, 27 September 2021.
Baca Juga :
Selama lebih dari sepekan itulah ia menghabiskan waktunya seorang diri di dalam sebuah tenda. Tentunya, dengan pemantauan tim medis dengan secara intensif.
Dengan seluruh fasilitas yang tersedia, ia menjalani kesehariannya tanpa banyak beraktivitas. Ponsel yang ia bawa, menjadi satu-satunya hiburan baginya.
Hari-harinya itu hanya dilewati dengan bermain ponsel. Ia menghabiskan waktunya dengan menonton video kesukaannya di kanal YouTube.
"Biasa sih itu nonton YouTube. Terus ini lagi nonton kartun," ucapnya.
Marcel yang menempuh pendidikan di pesantren kawasan Gunung Sindur itu, menjalani karantina seorang diri tanpa merasa sedikitpun ketakutan.
Ia telah mengerti, saat ini yang terpenting adalah kesehatannya. Marcel pun kini tinggal menunggu waktu dirinya dipulangkan.
Secara berangsur, kesehatannya mulai membaik. Gejala ringan yang ia sempat rasakan, telah pulih secara berangsur.
Dalam benaknya pun ia berharap, agar segera dapat dipulangkan. Ia rindu dengan aktivitas normalnya yang selama ini ia jalani.
"Enggak takut. Gejala waktu itu pilek sama hilang penciuman. Sekarang tinggal hilang penciuman," tandasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGProdusen kardus kemasan ramah lingkungan di Tangerang, ALVAboard, resmi menggandeng perusahaan climate-tech Rekosistem untuk menciptakan rantai industri sirkular.
Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi lintas wilayah di Tangerang Raya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews