Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita
Jumat, 26 Juni 2026 | 18:34
Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.
TANGERANGNEWS.com-Dua kelompok pelajar terlibat tawuran tepat di depan Pamulang Square, Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis, 25 November 2021, petang.
Lengkap dengan seragam putih yang masih dikenakan, puluhan pelajar tersebut saling adu serangan satu sama lain. Aksi kejar-kejaran pun tak dapat dihindari.
Namun mirisnya, terdapat sejumlah pelajar yang nekat menenteng berbagai jenis senjata tajam (sajam) dalam aksi tawuran tersebut. Sesekali sajam itu sempat dilayangkan, hingga nyaris melukai pelajar lainnya.

Kanit Reskrim Polsek Pamulang Iptu Iskandar, membenarkan adanya insiden bentrokan antar pelajar tersebut. "Iya (benar). Sudah bubar sekarang," ujar Iskandar saat dikonfirmasi.
Kedua kelompok pelajar yang bertikai, kata Iskandar, seluruhnya masih berusia di bawah umur. "Informasi yang kita dapat dari dua SMP di Tangsel, masih di bawah umur," katanya.
Mendapati informasi tawuran tersebut, jajaran Polsek Pamulang segera terjun ke lokasi. Sejumlah pelajar pun lari kocar-kacir berusaha untuk melarikan diri. Seorang pelajar berhasi diamankan beserta barang bukti berupa sajam.

"Ada yang kita amankan satu orang membawa sajam berupa corbek, seperti besi arit," ungkap Iskandar.
Iskandar menerangkan, aksi minor para pelajar tersebut ternyata sudah direncanakan sebelumnya oleh kedua pihak yang bertikai.
"Ya baru kita cari, informasinya janjian tawuran. Janjian lewat mana ini yang belum kita dalami, lewat media sosial atau lewat mana," imbuhnya.
Atas kejadian itu, satu pelajar yang berhasil diamankan itu pun digelandang ke Mapolsek Pamulang. "Enggak ada luka, yang kita amankan katanya cuman ikut-ikutan aja, dia enggak tahu. Dan, sekolah kemungkinan kita kabarkan, terutama orang tua," pungkasnya.
Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.
TODAY TAGDemo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Terkait usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan dan pencegahan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), DPRD Kabupaten Tangerang menyatakan masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat dan DPR RI, sebagai dasar hukum
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews