1.500 Pelari Ikut Maraton Sambil Donasikan Bibit Pohon di GRID Cardio Rush 2026
Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:50
Event lari maraton GRID Cardio Rush (GCR) 2026 berhasil menyedot antusiasme sekitar 1.500 pelari dari berbagai daerah.
TANGERANGNEWS.com-Polisi mengamankan sebanyak 23 orang saat melintas di pos penyekatan jalan Jakarta-Bogor, tepatnya di kawasan Sandratex, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Puluhan orang tersebut hendak mengikuti kegiatan Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta pada Kamis, 2 November 2021.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Yulianto menuturkan, puluhan prang tersebut terjaring sejak pihaknya melakukan penyekatan mulai Rabu, 1 November 2021 malam. "Sejak semalam jam 9 malam, total yang diamankan 23 orang. Semalam ada 19 orang dan hari ini ada empat orang," papar Yulianto kepada awak media.
Yulianto menuturkan dari puluhan orang itu, rata-rata mengaku masih berusia remaja. Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Tangsel, hingga Depok yang hendak ikut Reuni 212. "Rata-rata masih anak-anak di bawah 17 tahun," tuturnya.
Menurut pengakuannya, puluhan remaja tersebut bertolak ke Jakarta atas keinginannya sendiri. Tak ada pihak manapun yang meminta ataupun memaksanya. "Rata-rata dari mereka yang kita amankan bilangnya mau ke Jakarta," kata Yulianto.
Namun niatnya itu pupus. Mereka justru terjaring penyekatan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian. Seluruhnya kini telah digelandang ke Mapolres Tangsel. "Dilakukan pembinaan dan nanti akan dipulangkan" pungkasnya.
Event lari maraton GRID Cardio Rush (GCR) 2026 berhasil menyedot antusiasme sekitar 1.500 pelari dari berbagai daerah.
TODAY TAGPT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua predikat Platinum Alignment pada ajang La Tofi 2026.
Pameran otomotif terbesar se-Asia Tenggara, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kini memasuki akhir pekan pertamanya sejak resmi dibuka pada 30 Juli 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews