Connect With Us

Kakek di Bintaro Jadi Korban Penipuan Ratusan Juta, Pelaku Modus Beramal

Rachman Deniansyah | Kamis, 6 Januari 2022 | 19:10

Ilustrasi penipuan. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sungguh malang nasib kakek berinisial TA, 84. Sepulangnya usai menjalani vaksinasi di bilangan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, ia justru menjadi korban penipuan hingga senilai Rp250 juta. 

Pelaku diketahui berjumlah tiga orang. Dengan pelaku utamanya mengaku baru saja pulang dari negara Singapura. 

Insiden penipuan itu pun viral di media sosial usai sang cucu berinisial SR, 22, menceritakan kronologis penipuan yang dialami kakeknya itu.

Saat dikonfirmasi, SR menuturkan, peristiwa yang dialami kakeknya itu terjadi pada Rabu, 5 Januari 2022 sekitar pukul 11.00 WIB. Tepatnya ketika korban tengah berjalan pulang ke kediamannya yang tak jauh dari lokasi vaksinasi.

"Pelaku terdiri dari tiga orang, seluruhnya pria. Saat menuju pulang, beliau (korban) berpapasan dengan pelaku utama, yakni orang yang mengaku berasal dari Singapura," ujar SR, Kamis pada 6 Januari 2022. 

Pelaku utama itu, berpura-pura bahwa dirinya baru saja menjadi korban penipuan di bandara dan kehilangan semua barangnya.

"Kecuali uang di dompetnya. Pelaku membawa uang bermata uang asing, yang setelah dicek merupakan mata uang Belarus senilai 35.000 rubel Belarusia," tuturnya. 

Kemudian pada saat yang bersamaan, datanglah pelaku kedua yang tiba-tiba menghampiri. Seolah ikut merasa prihatin dengan tragedi yang menimpa pelaku utama tersebut. 

Pada saat itulah, pelaku utama dan kedua saling memainkan perannya. Membuat korbannya yang sudah berusia lanjut percaya dengan ceritanya. 

"Pelaku utama menceritakan, dia berniat untuk beramal di Masjid Al-Azhar Pondok Indah, namun uang yang ia miliki merupakan mata uang asing," kata SR. 

"Ia berdalih tidak ingin menyumbang dengan menggunakan mata uang asing tersebut. Dan karenanya menanyakan kakek saya, apakah beliau memiliki uang senilai Rp500 juta dalam bentuk rupiah," sambungnya. 

Mendengar ucapan itu, pelaku kedua pun langsung menyahutinya dengan berpura-pura hendak membantu pelaku utama. 

Selanjutnya, kedua pelaku bersama pria lainnya yang berperan sebagai sopir berangkat menuju salah satu bank di Bintaro sektor 7 untuk mengambil uang sekitar Rp100-200 juta.

"Setelah itu, korban dibawa komplotan pelaku ke daerah Bintaro Sektor 9 untuk mengambil uang lebih. Selanjutnya pelaku dua mengarahkan korban untuk melakukan hal yang sama," terang SR. 

Namun sayangnya, kakek berusia 84 tahun itu mengikuti ucapan pelaku. Korban dibawa menuju kediamannya dan dihasut untuk membawa buku tabungan miliknya.

Usai dituruti, korban kembali diajak masuk ke dalam mobil pelaku. Selanjutnya mereka menuju ke salah satu bank untuk menggasak uang korban. 

"Mereka berangkat ke Bank BRI untuk mengambil dana dari tabungan sejumlah Rp100 juta. Lalu ke Bank BJB Cabang Bintaro Sektor 3a untuk mencairkan deposito senilai Rp150 juta. Namun Bank BJB menolak karena tidak bisa mencairkan deposito sebanyak itu," tuturnya. 

Hal itu membuat para pelaku kembali membujuk korbannya, untuk mencairkan dana depositonya di cabang yang lebih besar. 

Usai dana depositonya itu dicairkan, korban pun kembali diajak masuk ke dalam mobil oleh para pelaku. 

Dalam mobil tersebut, mereka saling berbincang. Mereka berucap hendak mampir ke rumah pelaku kedua. 

"Namun pelaku lainnya mengusulkan untuk berhenti di rumah korban karena lokasinya lebih dekat," imbuhnya. 

Sesampainya di rumah korban, pelaku utama meminta kakek berusia 84 tahun itu untuk memberinya suatu cinderamata berupa sajadah. 

"Dalihnya sebagai kenang-kenangan. Setelah korban masuk ke rumah dan kembali keluar, komplotan pelaku itu sudah menghilang," terangnya. 

Hingga kini, batang hidung ketiga pria yang diduga bersekongkol melakukan penipuan itu tak pernah terlihat lagi. 

Sontak kejadian itu pun membuat TA dan keluarga syok. Atas insiden itu, pihak keluarga pun langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke pihak Kepolisian. 

"Sudah laporan. Kemarin sudah membuat laporan polisi di Polres Tangerang Selatan," tandasnya.

SPORT
Arena Hockey Bakal Dibangun di Kota Tangerang pada 2027

Arena Hockey Bakal Dibangun di Kota Tangerang pada 2027

Senin, 24 Agustus 2026 | 10:40

Kota Tangerang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey Indoor 2026 yang diikuti oleh atlet-atlet dari 12 provinsi di GOR Nambo.

TANGSEL
Personel Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Terluka saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

Personel Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Terluka saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

Senin, 24 Agustus 2026 | 10:15

Seorang petugas dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengalami cedera saat penggerebekan tempat pemalsuan uang di sebuah gudang kawasan industri Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat 21 Agustus 2026, lalu.

WISATA
7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:36

Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill