Connect With Us

Pengedar Sabu di Pamulang Tangsel Dikendalikan WNI di Malaysia

Tim TangerangNews.com | Senin, 10 Januari 2022 | 19:54

| Dibaca : 335

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. (@TangerangNews / Dok. Humas Polda Metro Jaya)

TANGERANGNEWS.com – Polda Metro Jaya mengungkapkan pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang ditembak mati oleh personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro di Pamulang, Tangerang Selatan, dikendalikan oleh warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

"Hasil interogasi penyidik bahwa mereka juga dalam mengedarkan sabu ada yang mengendalikan, seorang warga negara Indonesia yang berada di Malaysia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Jakarta, Senin 1 Januari 2022, dikutip dari Antara.

Zulpan mengatakan, polisi telah mengantongi identitas pengendali bandar tersebut dan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku dan pengembangan terhadap anggota tersebut."Masih dalam pengejaran dan pengembangan penyidik," ujarnya.

Menurut Zulpan, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua tersangka agar tidak membahayakan masyarakat.

"Dilakukan tembakan ke udara tiga kali tapi para tersangka tidak berhenti sehingga dilakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan tersangka UA di kaki kanan,” ujarZulpan.

Kemudian, sambung dia, HM tertembak di dada hingga meninggal pada saat perjalanan ke rumah sakit.

Personel Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menembak mati pengedar sabu-sabu di Pamulang, Tangsel, pada Selasa 4 Januari 2022 sekitar pukul 15.45 WIB karena berupaya kabur dengan menabrak seorang perempuan pengendara motor.

Selain menabrak seorang perempuan pengendara motor, kedua tersangka juga menabrak dua unit kendaraan roda empat.

Pengedar yang tewas tersebut diketahui berinisial HM. Sedangkan rekannya yang berinisial UA, 26, dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika berupa sabu-sabu seberat empat kilogram yang disamarkan dalam kemasan teh.

Atas perbuatannya UA kini telah menyandang status tersangka dengan persangkaan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa mengatakan, Kepolisian akan memberikan penggantian kepada masyarakat yang menderita kerugian materi dalam kejadian tersebut.

"Untuk ibu-ibu korban tadi kita bertanggung jawab. Dalam arti semua biaya bengkel, biaya pengobatan nanti kami yang tanggung semua. Ini adalah penangkapan pelaku narkoba. Dan yang melakukan penabrakan bukan kita, tapi pelaku narkoba itu sendiri," tutur Mukti.

WISATA
6 Pantai di Bali Ini Sempurna Buat Tempat Healing

6 Pantai di Bali Ini Sempurna Buat Tempat Healing

Selasa, 17 Mei 2022 | 11:42

TANGERANGNEWS.com-Berlibur ke pantai adalah salah satu cara refreshing yang banyak dilakukan akhir-akhir ini. Suara ombak, angin yang berhembus sejuk, dan suasana pantai yang santai dianggap mampu menghilangkan perasaan stres di dalam diri

KAB. TANGERANG
 Servis Tapi Tidak Bayar, Motor Pria di Balaraja Tangerang Digasak Teman

Servis Tapi Tidak Bayar, Motor Pria di Balaraja Tangerang Digasak Teman

Jumat, 27 Mei 2022 | 20:58

TANGERANGNEWS.com-Satu unit sepeda motor dicuri pria berinisial MK di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Motifnya, MK merasa sakit hati lantaran korban tidak membayar jasa servis motornya.

BISNIS
Airlangga: Perluasan Industri Didorong Melalui Pembentukan Pusat-pusat Kegiatan Ekonomi Baru

Airlangga: Perluasan Industri Didorong Melalui Pembentukan Pusat-pusat Kegiatan Ekonomi Baru

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:45

Dalam momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi saat ini, industri merupakan salah satu sektor produktif yang memainkan peran penting dalam mengakselerasi geraknya roda perekonomian.

NASIONAL
Putra Sulung Ridwan Kamil, Eril Hilang di Swiss

Putra Sulung Ridwan Kamil, Eril Hilang di Swiss

Jumat, 27 Mei 2022 | 15:15

Kabar sedih dari keluarga Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil. Putra pertama Ridwan Kamil, yakni Emmeril Khan Mumtadz atau biasa dipanggil Eril dikabarkan hilang di Swiss.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill