Connect With Us

Dalami Kasus Dugaan Pemalsuan Gelar S2 Ketua IDI Tangsel, Polisi Bakal Libatkan Saksi Ahli

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 22 Desember 2022 | 23:17

Logo Ikatan Dokter Indonesia. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Proses penyelidikan kasus dugaan penggunaan gelar S2 palsu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Fajar Siddiq masih berlanjut Kepolisian.

Rencananya, Polres Tangsel akan melibatkan saksi ahli dalam pemeriksaan kasus tersebut.

Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu mengatakan saksi ahli dibutuhkan dalam pengecekan ijazah gelar S2 milik terlapor. 

"Kita masih memeriksa saksi-saksi dan saksi ahli, untuk legalitas terdapat sertifikat dan ijazahnya," katanya, Kamis 22 Desember 2022.

Menurutnya proses pemeriksaan tersebut bakal berjalan secara bertahap. Pihaknya tidak dapat mengambil kesimpulan dari satu ahli saja, karena itu dibutuhkan beberapa sumber keterangan.

"Tidak bisa langsung periksa satu ahli saja. Bisa jadi saksi ahli yang satu sumber itu juga mempunyai kesamaan dari sumber lain, sehingga itu kita masih memeriksa," ungkap Kapolres.

Sebelumnya diberitakan, Ketua IDI Kota Tangsel Fajar Siddiq dilaporkan seorang warga atas dugaan penggunaan gelar ijazah S2 palsu.

Ia dilaporkan pada Rabu 31 Agustus 2022, tak lama setelah dirinya dilantik sebagai Ketua IDI Tangsel.

Abdul Hamim pelapor kasus tersebut menyebut, kasus ini harus menjadi prioritas polisi untuk ditindaklanjuti, mengingat profesi dokter sangat vital di masyarakat. 

Adapun barang bukti yang diserahkan Hamim dalam laporan tersebut, yakni berupa screenshoot dari pangkalan data Dikti yang menunjukkan bahwa Ketua IDI Tangsel telah mengundurkan diri dari kuliah magisternya pada tahun 2017. Karena itu menurutnya tidak mungkin yang bersangkutan memiliki ijazah S2.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

BANTEN
Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Rabu, 22 April 2026 | 23:15

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Alokasikan Rp25,5 Miliar urnuk Program Beasiswa 679 Mahasiswa

Pemkab Tangerang Alokasikan Rp25,5 Miliar urnuk Program Beasiswa 679 Mahasiswa

Kamis, 23 April 2026 | 15:49

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Program Beasiswa Tangerang Gemilang untuk pendidikan ke Perguruan Tinggi jenjang Strata-1 (S1‎).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill