Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Proses penyelidikan kasus dugaan penggunaan gelar S2 palsu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Fajar Siddiq masih berlanjut Kepolisian.
Rencananya, Polres Tangsel akan melibatkan saksi ahli dalam pemeriksaan kasus tersebut.
Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu mengatakan saksi ahli dibutuhkan dalam pengecekan ijazah gelar S2 milik terlapor.
"Kita masih memeriksa saksi-saksi dan saksi ahli, untuk legalitas terdapat sertifikat dan ijazahnya," katanya, Kamis 22 Desember 2022.
Menurutnya proses pemeriksaan tersebut bakal berjalan secara bertahap. Pihaknya tidak dapat mengambil kesimpulan dari satu ahli saja, karena itu dibutuhkan beberapa sumber keterangan.
"Tidak bisa langsung periksa satu ahli saja. Bisa jadi saksi ahli yang satu sumber itu juga mempunyai kesamaan dari sumber lain, sehingga itu kita masih memeriksa," ungkap Kapolres.
Sebelumnya diberitakan, Ketua IDI Kota Tangsel Fajar Siddiq dilaporkan seorang warga atas dugaan penggunaan gelar ijazah S2 palsu.
Ia dilaporkan pada Rabu 31 Agustus 2022, tak lama setelah dirinya dilantik sebagai Ketua IDI Tangsel.
Abdul Hamim pelapor kasus tersebut menyebut, kasus ini harus menjadi prioritas polisi untuk ditindaklanjuti, mengingat profesi dokter sangat vital di masyarakat.
Adapun barang bukti yang diserahkan Hamim dalam laporan tersebut, yakni berupa screenshoot dari pangkalan data Dikti yang menunjukkan bahwa Ketua IDI Tangsel telah mengundurkan diri dari kuliah magisternya pada tahun 2017. Karena itu menurutnya tidak mungkin yang bersangkutan memiliki ijazah S2.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews