Connect With Us

Lahan Belum Siap, Sulit Bangun Polres Tangsel

| Rabu, 21 Desember 2011 | 16:45

Peta Tangsel (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Mabes Polri mengakui sulit membentuk polres sendiri di wilayah Kota Tangsel. Penyebabnya, lahannya fasos fasumnya tidak siap. Itu dikatakan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Inspektur Jendral, Saud Usman Nasution. Dia mengaku, pembangunan gedung Polres Kota Tangsel tengah menunggu lahan dari Pemkot Tangsel.

”Yang jadi pertanyaan, sudah ada apa belum lahannya?” katanya.
Untuk pembangunan Polres Tangsel setidaknya membutuhkan lahan seluas dua hektare. Lahan seluas dua hektare tersebut pun masih diluar rumah dinas.

”Jika lahan sudah tersedia kami akan merekomendasikan untuk pembangunan Mapolres Tangsel, karena menurut undang-undang otonomi daerah, setiap daerah pemekaran harus melakukan penyediaan lahan untuk pembangunan kesatuan-kesatuan terkait,” paparnya.

Dikatakan Saud untuk pembangunan Mapolres harus mempunyai dana yang cukup, kalau tidak ada dananya Polres Tangsel akan tetap berinduk ke kesatuan yang lama.”Lihat pada kodisi yang ada, kalau masih bisa di cover, kita masih menginduk ke Markas lama, kalau dana dan lahannya ada kita akan pertimbangkan,” paparnya.
Untuk lokasi, kata dia, idealnya dekat dengan keramaian dan aksesnya mudah."Untuk lokasi silahkan saja Pemkot yang memilih. Tapi setidaknya, harus mempunyai akses yang cukup bagus untuk menuju Mapolres," ucap Saud.
  
Dengan adanya Mapolres tersebut, otomatis angka kriminal di Kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini dapat ditekan."Keberadaan Mapolsek nantinya juga akan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. Karena, warga Tangsel yang mengurusi dokumen tidak harus jauh-jauh ke Polres Tigaraksa lagi,” terangnya. (BENG)
MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
3 Produk Unggulan Turbion, Mampu Berikan Kualitas Bahan Bakar Terbaik   

3 Produk Unggulan Turbion, Mampu Berikan Kualitas Bahan Bakar Terbaik  

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:38

Apakah diantara kalian sudah ada yang pernah dengar merk pasar Turbion? Merk ini merupakan suatu brand pasar yang bergerak dibidang industri dan menawarkan aneka pilihan bahan bakar minyak. Turbion menawarkan beberapa produk berkualitas

KAB. TANGERANG
Tak Saling Kenal, Pengeroyoan Anggota TNI AD hingga Tewas Diduga Dipicu Salah Paham di Tempat Makan

Tak Saling Kenal, Pengeroyoan Anggota TNI AD hingga Tewas Diduga Dipicu Salah Paham di Tempat Makan

Rabu, 22 Juli 2026 | 18:12

Jajaran kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang merenggut nyawa seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) berinisial Prada ABS di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu 19 Juli 2026, lalu.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill