Connect With Us

Sengketa Tanah, Alam Sutera Diminta Hentikan Proyek

| Rabu, 7 Maret 2012 | 15:46

| Dibaca : 1359

Alam Sutera didemo warga. (tangerangnews / dira)

 
TANGERANG-Lebih dari 100 orang warga yang tergabung dalam tiga organisasi massa mendatangi kantor pengembang Alam Sutera, Rabu (7/3/2012). Mereka melakukan aksi demonstrasi  terkait dugaan penyerobot tanah di Kelurahan Paku Alam, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Warga yang datang meminta Alam Sutera segera menghentikan pembangunan diatas tanah seluas 55 hektare yang mereka garap sejak 1948.  Aksi  dilakukan lantaran Alam Sutera telah melaporkan warga yang menghalangi kegiatan Alam Sutera yang telah menghalangi pengurukan tanah di lokasi tersebut.

Menurut Koordinator warga Yudisyah mengatakan, ada 70 warga yang menggarap diatas tanah tersebut. Salah satunya adalah milik Yayasan Nyi Mas Entjeh Siti Aminah Osah.
“Kami mempertanyakan dari mana Alam Sutera bisa mendapat sertifikat Hak Guna Bangunan. Sedangkan kami para penggarap tidak ada satu pun yang merasa menjual. Kami memiliki surat garap resmi dari Pemerintah Pusat,” ujar Yudisyah.

Untuk itu, kata dia, pihaknya meminta Alam Sutera menjelaskan dari mana mendapatkan sertifikat tersebut. Selama proses kewenangan tersebut belum dijelaskan, warga melarang Alam Sutera melakukan kegiatan menguruk tanah tersebut. “Kami juga meminta polisi tidak memihak dalam hal ini,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Kembalikan Hak Kami Atas Tanah Kami. Itu adalah harga Mati. Hukum Harus Ditegakan”. Tampak dalam aksi tersebut ratusan anggota Polres Metro Kabupaten Tangerang turun untuk mengamankan jalannya aksi tersebut.  Adalah Kapolsek Serpong Kompol Nico Andriano Setiawan yang menjembati warga dengan Alam Sutera. Lima orang perwakilan warga akhirnya dipertemukan. 

 Sementara itu, Yasri Yatib Manajer umum Alam Sutera mengatakan,  pihaknya menyesalkan warga yang tidak melakukan gugatan jika memang merasa warga memiliki hak atas lahan tersebut. “Mengapa tidak menggugat kalau memang merasa benar memiliki hak,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, Alam Sutera membeli tanah tersebut dari pengembang BSD.  Dan, apa yang dilakukan pihak pengembang Alam Sutera melaporkan warga yang menghalangi proyek pengurukan tanah di lokasi tersebut adalah hak pengambang Alam Sutera. “Kami merasa ada gangguan,” katanya. (DRA)




 


BANTEN
Kajati Banten Tinjau Bangunan SD Bugel Serang yang Buruk

Kajati Banten Tinjau Bangunan SD Bugel Serang yang Buruk

Jumat, 29 Januari 2016 | 12:51

Kajati Banten, Eli Syahputra pada Kamis (28/1/2015) pagi membawa serta anak buahnya melihat buruknya kondisi bangunan di SD Negeri Bugel, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

KAB. TANGERANG
Setiap Hari 3-4 Pasien DBD ke RSUD Kabupaten Tangerang

Setiap Hari 3-4 Pasien DBD ke RSUD Kabupaten Tangerang

Kamis, 4 Februari 2016 | 14:44

TANGERANG- Sejumlah daerah di Indonesia saat ini sedang mewabah terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), termasuk di Kabupaten Tangerang, Banten. Data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, di bulan Januari 2016 saja, ada 25 orang dari 785 pasien pengidap DBD me

KOTA TANGERANG
Jaga Vihara, 268 Personel Polres Metro Tangerang Diterjunkan

Jaga Vihara, 268 Personel Polres Metro Tangerang Diterjunkan

Jumat, 5 Februari 2016 | 18:15

Sebanyak 268 personel Polres Metro Tangerang diterjunkan untuk menjaga 21 vihara dalam perayaan Imlek pada Senin, 8 Februari 2016 mendatang.

TEKNO
Microsoft Siapkan Lumia 650 Layar Besar

Microsoft Siapkan Lumia 650 Layar Besar

Sabtu, 6 Februari 2016 | 09:43

TANGERANG – Di tengah kabar diundurnya jadwal perilisan Lumia 650. Beredar foto penampakan ponsel Lumia 650 dengan layar yang lebih besar.

"Kejahatan akan menang jika orang benar sudah tidak melakukan apa-apa "

Jenderal Soedirman