Connect With Us

Sengketa Tanah, Alam Sutera Diminta Hentikan Proyek

| Rabu, 7 Maret 2012 | 15:46

| Dibaca : 1485

Alam Sutera didemo warga. (tangerangnews / dira)

 
TANGERANG-Lebih dari 100 orang warga yang tergabung dalam tiga organisasi massa mendatangi kantor pengembang Alam Sutera, Rabu (7/3/2012). Mereka melakukan aksi demonstrasi  terkait dugaan penyerobot tanah di Kelurahan Paku Alam, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Warga yang datang meminta Alam Sutera segera menghentikan pembangunan diatas tanah seluas 55 hektare yang mereka garap sejak 1948.  Aksi  dilakukan lantaran Alam Sutera telah melaporkan warga yang menghalangi kegiatan Alam Sutera yang telah menghalangi pengurukan tanah di lokasi tersebut.

Menurut Koordinator warga Yudisyah mengatakan, ada 70 warga yang menggarap diatas tanah tersebut. Salah satunya adalah milik Yayasan Nyi Mas Entjeh Siti Aminah Osah.
“Kami mempertanyakan dari mana Alam Sutera bisa mendapat sertifikat Hak Guna Bangunan. Sedangkan kami para penggarap tidak ada satu pun yang merasa menjual. Kami memiliki surat garap resmi dari Pemerintah Pusat,” ujar Yudisyah.

Untuk itu, kata dia, pihaknya meminta Alam Sutera menjelaskan dari mana mendapatkan sertifikat tersebut. Selama proses kewenangan tersebut belum dijelaskan, warga melarang Alam Sutera melakukan kegiatan menguruk tanah tersebut. “Kami juga meminta polisi tidak memihak dalam hal ini,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Kembalikan Hak Kami Atas Tanah Kami. Itu adalah harga Mati. Hukum Harus Ditegakan”. Tampak dalam aksi tersebut ratusan anggota Polres Metro Kabupaten Tangerang turun untuk mengamankan jalannya aksi tersebut.  Adalah Kapolsek Serpong Kompol Nico Andriano Setiawan yang menjembati warga dengan Alam Sutera. Lima orang perwakilan warga akhirnya dipertemukan. 

 Sementara itu, Yasri Yatib Manajer umum Alam Sutera mengatakan,  pihaknya menyesalkan warga yang tidak melakukan gugatan jika memang merasa warga memiliki hak atas lahan tersebut. “Mengapa tidak menggugat kalau memang merasa benar memiliki hak,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, Alam Sutera membeli tanah tersebut dari pengembang BSD.  Dan, apa yang dilakukan pihak pengembang Alam Sutera melaporkan warga yang menghalangi proyek pengurukan tanah di lokasi tersebut adalah hak pengambang Alam Sutera. “Kami merasa ada gangguan,” katanya. (DRA)




 


KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Siapkan 400 Kontrakan untuk Warga Dadap

Pemkab Tangerang Siapkan 400 Kontrakan untuk Warga Dadap

Rabu, 4 Mei 2016 | 11:00

TANGERANG-Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan 400 pintu kontrakan untuk warga Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/5) yang terkena penggusuran.

BISNIS
Sempat Ditolak 35 Perusahaan, Kini Daniel Jadi Kaya Raya

Sempat Ditolak 35 Perusahaan, Kini Daniel Jadi Kaya Raya

Senin, 2 Mei 2016 | 11:18

TANGERANG- Saat baru lulus pada 2009 dari Claremont McKenna College, pengusaha bernama Daniel Kan (29), sempat ditolak 35 perusahaan. Hanya ada dua perusahaan yang mau menerimanya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pelajar Tangerang Corat-coret Seragam di Kawasan Pendidikan

Pelajar Tangerang Corat-coret Seragam di Kawasan Pendidikan

Kamis, 7 April 2016 | 14:00

TANGERANG-Puluhan pelajar di Kota Tangerang melakukan aksi corat-coret seragam sekolah di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kamis (7/4/a2016). Aksi ini dilakukan seusai mereka serangkaian Ujian Nasional (UN) di hari terakhir.

HIBURAN
Adegan Ciuman "AADC 2" Tersebar, Ini Kata Dian Sastro

Adegan Ciuman "AADC 2" Tersebar, Ini Kata Dian Sastro

Jumat, 29 April 2016 | 17:00

TANGERANG- Sekuel film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC?) kembali mempertemukan Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, yang berperan sebagai Cinta dan Rangga.

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu - satunya yang benar - benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."

- R.A. Kartini -