Connect With Us

Sampah Masih Jadi Masalah di Tangsel

Denny Bagus Irawan | Selasa, 20 Maret 2012 | 13:54

Lokasi tempat pembuangan sampah di Pasar Ciputat ditutup. (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Sampah masih menjadi persoalan bagi warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Meski Pemkot Tangsel telah berupaya dengan membuat tempat pembuangan sampah terpadu (TPST), namun tetap ketiadaan tempat pembuangan akhir (TPA) masih menjadi soal.

Keberadaan TPA Cipeucang, di Setu, Kota Tangsel diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Namun, pengoperasian TPA Cipeucang hingga saat ini masih terkendala lahan.  


Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany  mengatakan, TPA Cipeucang masih terkendala lahan. Dari 10 yang dibutuhkan sekitar 10 hektare, saat ini baru sekitar 2,4 hektare yang ada. “Masih ada kendala soal lahan,” jelasnya.  

Airin pun menambahkan sistem dan manajemen TPA Cipeucang harus diperhitungkan secara benar. Bahkan, setiap lubang untuk sanitary landfill harus dihitung secara tepat agar menghasilkan sistem dan manajemen yang baik pula.

“Perhitungan harus akurat agar jangan sampai TPA yang seharusnya bisa digunakan 10 tahun itu hanya bisa digunakan satu tahun,” ujar Airin.

Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKP) Kota Tangsel, Chairul Shaleh mengatakan, sampai saat ini TPA Cipeucang memang belum dikelola dengan baik. Permasalahan yang terjadi karena warga yang bertempat tinggal di sekitar TPA Cipeucang menolak lahannya dijual dalam rencana perluasan lahan TPA itu. “Selain itu, jalan menuju TPA juga masih kurang dibenahi, sebab truk pembawa sampah belum leluasa memasuki TPA itu karena jalan yang cukup kecil,” ujarnya.
 

 
Meski begitu, dirinya mengatakan, telah ada investor dari Swiss yang berencana mengelola TPA Cipeucang. Rencananya, sampah yang dihasilkan di TPA tersebut akan diproduksi menjadi tenaga listrik oleh investor Swiss tersebut.

Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKP) Kota Tangerang Selatan, Chairul Shaleh, mengatakan, pemerintah daerah setempat telah mendapatkan penawaran dari salah satu investor dari Swiss untuk mengelola sampah di TPA Cipeucang. Namun, pemda belum memutuskan apakah mengandeng investor dari Swiss tersebut.

"Investor dari Swiss tersebut ingin sekali mengelola sampah di TPA Cipeucang. Semacam kerjasama mengelola sampah di TPA Cipeucang menjadi penghasil gas metan sebagai energi listrik,"kata Shaleh.

Shaleh menjelaskan, tidak hanya investor dari Swiss tersebut yang menawarkan diri untuk mengelola TPA Cipeucang.  Tetapi juga terdapat dua investor lain dari dalam negeri dan luar negeri yang menawarkan kerjasama dalam pengelolaan TPA. Meski mendapatkan tawaran kerjasama itu, Pemkot Tangsel mengaku harus melakukan kajian terlebih dahulu.

"Butuh kajian untuk melakukan kerjasama itu, jadi tidak semudah itu kami membuka tangan. Maka kami minta mereka untuk mempresentasikan niat dari pengelolaan sampah itu,"kata Shaleh.  (DRA)

 

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

KOTA TANGERANG
Cegah Kenakalan Remaja, 108 Polisi Jadi Bapak Asuh Pelajar di Sekolah Tangerang

Cegah Kenakalan Remaja, 108 Polisi Jadi Bapak Asuh Pelajar di Sekolah Tangerang

Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:22

Polres Metro Tangerang Kota memperketat pendampingan terhadap para pelajar di wilayah hukumnya melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai "Bapak Asuh".

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill