Connect With Us

Pesantren Ramadhan, Kak Seto Hibur Anak-anak Korban Situ Gintung

Denny Bagus Irawan | Minggu, 12 Agustus 2012 | 14:29

| Dibaca : 1573

Seto Mulyadi. (tangerangnews / dira)

 
 
TANGERANGNEWS.com-Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)  Peduli  pada Ramadhan  1433 Hijriah  kembali  menggelar serangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan dibeberapa lokasi.  
 
Salah satunya pada Sabtu (11/8)  di Pulau Situ Gintung Tiga, Wisata Alam dan Outbound, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).  Kegiatan kali ini berupa pesantren Ramadhan 2012, dengan tema  bagi anak kurang mampu.  Hadir dalam acara tersebut, Ketua Komnas PA,  Seto Mulyadi yang biasa dipanggil  Kak Seto.  
 
Dalam acara tersebut Kak Seto sempat menghibur anak-anak yang menjadi korban jebolnya Situ Gintung pada 27 Maret 209 lalu.  Kak Seto sempat mendongeng, bernyanyi serta melakukan sulap.
 
“Program ini baik untuk bekal anak-anak agar bisa lebih terbuka dengan teman-temannya serta bisa memiliki bekal agama yang kuat. Ini akan terus melupakan anak-anak korban jeboln ya Situ Gintung semakin melupakan peristiwa yang merengut orangtuanya beberapa tahun lalu itu,” ujar Kak Seto.
 
 Corporate Affairs Officer PT RCTI,  Hartawan Hari Permadi mengatakan,  kepedulian kali ini adalah yang ketiga kalinya secara berturut-turut RCTI lakukan setiap tahunnya. Sebelumnya, kata Hartawan, pihaknya telah mengadakan kegiatan serupa di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Setelah di Situ Gintung, pihaknya akan menggelar acara serupa dengan jumlah bantuan yang lebih besar lagi di Masjid Akbar Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan jumlah peserta mencapai 1.000 orang.
 
“Sedangkan di sini, kami bekerjasama dengan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah membagikan bantuan itu kepada 150 anak-anak tidak mampu, yatim piatu dan korban Situ Gintung,” ujar Hartawan.
 
Selain dibekali materi keislaman dalam bentuk belajar dan permainan, anak-anak tersebut belajar praktek ibadah. Dana RCTI Peduli yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dana pemirsa RCTI. Sehingga kegiatan ini merupakan pertanggungjawaban publik atas dana yang telah diterima.
 
Ketua Panitia Pesantren Ramadhan 2012, Irvan Nursandi  dari UIN Syarif Hidayatullah yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Teknik Informasi dan Sistem Informasi mengatakan, seluruh peserta ini diambil dari panti asuhan yang ada di Kota Tangsel serta beberapa anak korban Situ Gintung.
 
 “Dalam kegiatan ini kita melakukan pesantren kilat selama empat hari. Dalam acara pesantren kilat ini terampung beberapa kegiatan seperti outbound, lomba azan, cerdas cermat  dan perkemahan,” katanya.
 
Tujuannya, kata Irvan, memberikan bekal ilmu pengetahuan sosialisasi dengan ilmu keagamaan, sosial dan budaya.”Hari pertama perkenalan dengan sesama teman. Hari kedua acara seremonial, permainan yang disisipkan ilmu pengetahuan dan hari keempat pemberian santunan,” katanya.
 
 
 

 

SPORT
Soma Atmaja Jadi Ketua Pengcab Taekwondo Kabupaten Tangerang

Soma Atmaja Jadi Ketua Pengcab Taekwondo Kabupaten Tangerang

Senin, 26 Oktober 2020 | 09:47

TANGERANGNEWS.com-Soma Atmaja terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Tangerang periode 2020-2024. Dia menggantikan Achmad Taufik yang telah habis masa jabatannya

BANTEN
301 Kg Ganja Tujuan Tangerang Dimusnahkan BNN

301 Kg Ganja Tujuan Tangerang Dimusnahkan BNN

Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:36

TANGERANGNEWS.com-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten memusnahkan barang bukti kejahatan narkotika jenis ganja sebanyak 301 kilogram. Pemusnahan barang terlarang itu dengan cara dibakar

BANDARA
Miliki Senpi Ilegal, Direktur Ini Ditahan Polres Bandara Soetta 

Miliki Senpi Ilegal, Direktur Ini Ditahan Polres Bandara Soetta 

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:21

TANGERANGNEWS.com–Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengamankan seorang direktur perusahaan swasta berinisial SAS, 55, karena kedapatan memiliki sepucuk senjata api tanpa dilengkapi surat kepemilikan

"Putuskan Hubungan pada orang palsu untuk alasan yang benar. Bukan memutuskan orang benar dengan alasan Palsu."

Rather Aadil