Connect With Us

Pemakaman Keluarga Akan Dibatasi

| Rabu, 7 November 2012 | 20:12

| Dibaca : 958

Nyekar di Makam. (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG
-Membuat Makam tidak boleh di sembarangan tempat. Walau lahan sendiri. Membuat kuburan harus mendapatkan izin pemerintah. Ketentuan ini, tertuang dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) Pemakaman dan Pengabuan Jenazah Kota Tangsel.

    Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pemakaman dan Pengabuan Jenazah Robert Usman mengatakan, memasukkan klausul pembatasan itu untuk penataan. Supaya, pemakaman tidak berdiri sembarangan. "Ke depannya, pemakaman keluarga akan dibatasi," terang Robet, Rabu (7/11).

    Dikatakannya, dalam regulasi yang tengah digodok pansus, warga dianjurkan mendahulukan kepentingan bersama. Dalam hal ini, ketika mendirikan makam tidak bisa dilakukan di berbagai tempat. "Tetapi, harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah yang ada," katanya.

    Bisa jadi, katanya, walau lahan tersebut milik keluarga, tetapi ketika lokasi diperuntukkan bagi pemukiman tidak mungkin dibuat kuburuan. Sehingga, perbuatan itu akan mengganggu penataan wilayah di Kota Tangsel. "Selain itu bisa jadi, keberadaan kuburan di tengah-tengah pemukiman juga akan mengganggu warga lain. Untuk itu, kita menganjurkan saat ini, warga jangan mendirikan kuburan di sembarang tempat," terangnya.

    Ke depannya, lanjut Robet, setiap akan mendirikan pemakaman harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel. Sehingga, sambungnya pendirian kuburan tersebut memudahkan pemerintah untuk melakukan penataan. "Secara khusus tidak ada ketentuan teknis untuk pendirian kuburan. Tetapi yang pasti dalam izin tersebut akan ditentukkan sesuai peruntukannya," jelasnya.

    Sayangnya, Robet tak bisa membeberkan jumlah pemakaman keluarga di Kota Tangsel. Hanya saja, kata Robet secara umum pemakaman keluarga tersebut jumlahnya tak sedikit. "Kalau kita lihat, banyak pemakaman keluarga itu. Makanya, kita masukkan aturan dalam raperda ini," ujarnya.

    Saat ini, rancangan regulasi tersebut sudah memasuki finalisasi. Menurut Robert, tinggal melakukan pertemuan dengan stakeholder untuk melengkapi pembahasan aturan itu. "Kita masih menjadwalkan pertemuan dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan forum kerukunan umat beragama untuk meminta pendapat mereka," katanya.

WISATA
Bebek Kaleyo, Resto Harga Warung Tenda Buka di Gading Serpong

Bebek Kaleyo, Resto Harga Warung Tenda Buka di Gading Serpong

Minggu, 31 Januari 2016 | 17:52

TANGERANG-Restoran spesialis bebek, Bebek Kaleyo, membuka cabang ke 17-nya di Jalan Boulevard Raya, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Soft opening restoran ini berlangsung pada Jumat (29/1) kemarin.

SPORT
Evan Dimas, Pemain Pertama Jalani Program La Liga Global

Evan Dimas, Pemain Pertama Jalani Program La Liga Global

Rabu, 10 Februari 2016 | 07:11

TANGERANG – Gelandang muda Indonesia, Evan Dimas Darmono, bisa menjalani latihan selama lima bulan bersama klub asal Spanyol, Espanyol B, berkat program La Liga Global.

TANGSEL
Sedang Tunggu Korban Lewat, 4 Begal Diciduk Polsek Serpong

Sedang Tunggu Korban Lewat, 4 Begal Diciduk Polsek Serpong

Rabu, 10 Februari 2016 | 15:22

TANGERANG SELATAN-Petugas Polsek Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil menciduk empat orang tersangka begal di Jalan Raya Lengkong, Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Rabu (10/2/2016) dini hari.

OPINI
Kanker Bisa Dicegah dan Caranya Mudah

Kanker Bisa Dicegah dan Caranya Mudah

Jumat, 5 Februari 2016 | 15:17

Tanggal 4 Februari 2016 merupakan hari kanker sedunia. Pada tanggal ini kita memang diingatkan bahwa salah satu penyakit yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi di tengah masyarakat adalah penyakit kanker.

"Kejahatan akan menang jika orang benar sudah tidak melakukan apa-apa "

Jenderal Soedirman