Connect With Us

Pemakaman Keluarga Akan Dibatasi

| Rabu, 7 November 2012 | 20:12

| Dibaca : 587

Nyekar di Makam. (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG
-Membuat Makam tidak boleh di sembarangan tempat. Walau lahan sendiri. Membuat kuburan harus mendapatkan izin pemerintah. Ketentuan ini, tertuang dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) Pemakaman dan Pengabuan Jenazah Kota Tangsel.

    Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pemakaman dan Pengabuan Jenazah Robert Usman mengatakan, memasukkan klausul pembatasan itu untuk penataan. Supaya, pemakaman tidak berdiri sembarangan. "Ke depannya, pemakaman keluarga akan dibatasi," terang Robet, Rabu (7/11).

    Dikatakannya, dalam regulasi yang tengah digodok pansus, warga dianjurkan mendahulukan kepentingan bersama. Dalam hal ini, ketika mendirikan makam tidak bisa dilakukan di berbagai tempat. "Tetapi, harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah yang ada," katanya.

    Bisa jadi, katanya, walau lahan tersebut milik keluarga, tetapi ketika lokasi diperuntukkan bagi pemukiman tidak mungkin dibuat kuburuan. Sehingga, perbuatan itu akan mengganggu penataan wilayah di Kota Tangsel. "Selain itu bisa jadi, keberadaan kuburan di tengah-tengah pemukiman juga akan mengganggu warga lain. Untuk itu, kita menganjurkan saat ini, warga jangan mendirikan kuburan di sembarang tempat," terangnya.

    Ke depannya, lanjut Robet, setiap akan mendirikan pemakaman harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel. Sehingga, sambungnya pendirian kuburan tersebut memudahkan pemerintah untuk melakukan penataan. "Secara khusus tidak ada ketentuan teknis untuk pendirian kuburan. Tetapi yang pasti dalam izin tersebut akan ditentukkan sesuai peruntukannya," jelasnya.

    Sayangnya, Robet tak bisa membeberkan jumlah pemakaman keluarga di Kota Tangsel. Hanya saja, kata Robet secara umum pemakaman keluarga tersebut jumlahnya tak sedikit. "Kalau kita lihat, banyak pemakaman keluarga itu. Makanya, kita masukkan aturan dalam raperda ini," ujarnya.

    Saat ini, rancangan regulasi tersebut sudah memasuki finalisasi. Menurut Robert, tinggal melakukan pertemuan dengan stakeholder untuk melengkapi pembahasan aturan itu. "Kita masih menjadwalkan pertemuan dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan forum kerukunan umat beragama untuk meminta pendapat mereka," katanya.

KOTA TANGERANG
PDAM Tangerang Rugi Rp400 Juta Akibat Pintu Air 10 Jebol

PDAM Tangerang Rugi Rp400 Juta Akibat Pintu Air 10 Jebol

Kamis, 30 Juli 2015 | 18:27

TANGERANG-Jebolnya Bendungan Pintu Air 10 menyebabkan PDAM Tidak bisa memproduksi air bersih dari Sungai Cisadane selama dua hari kemarin. Akibatnya, PDAM mengalam kerugian sekita Rp400 juta.

PROPERTI
Investasikan Rp4 Triliun, ICE BSD Gelar Berbagai Pertunjukkan

Investasikan Rp4 Triliun, ICE BSD Gelar Berbagai Pertunjukkan

Selasa, 28 Juli 2015 | 15:51

TANGERANG-Sebuah gedung yang dipersiapkan untuk menggelar pameran besar yakni International Convention Exhibition (ICE) BSD City dalam waktu dekat ini bakal menggelar berbagai event bertaraf Nasional maupun Internasional. Event bertema All Eyes to ICE b

TANGSEL
Arsid-Elvier Jalan Pemeriksaan Kesehatan

Arsid-Elvier Jalan Pemeriksaan Kesehatan

Kamis, 30 Juli 2015 | 16:51

TANGERANG SELATAN-Bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan, yang diusung PDIP-Hanura Arsid- Elvier Ariadiannie Soedarto Poetr mengikuti tes kesehatan yang terdiri dari sembilan rangkaian tes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangsel, K

BANTEN
Atut Resmi Diberhentikan sebagai Gubernur Banten

Atut Resmi Diberhentikan sebagai Gubernur Banten

Rabu, 29 Juli 2015 | 09:48

SERANG-Terpidana kasus korupsi Atut Chosiyah resmi diberhentikan sebagai Gubernur Banten melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 63/P Tahun 2015. Sebab statusnya dalam kasus korupsi dinilai sudah tetap.

"Ilmu yang tidak disertakan dengan amal itu namanya gila dan amal yang tidak disertai ilmu itu akan sia-sia."

Imam Al-Ghazali