Connect With Us

Pemakaman Keluarga Akan Dibatasi

| Rabu, 7 November 2012 | 20:12

| Dibaca : 2008

Nyekar di Makam. (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG
-Membuat Makam tidak boleh di sembarangan tempat. Walau lahan sendiri. Membuat kuburan harus mendapatkan izin pemerintah. Ketentuan ini, tertuang dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) Pemakaman dan Pengabuan Jenazah Kota Tangsel.

    Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pemakaman dan Pengabuan Jenazah Robert Usman mengatakan, memasukkan klausul pembatasan itu untuk penataan. Supaya, pemakaman tidak berdiri sembarangan. "Ke depannya, pemakaman keluarga akan dibatasi," terang Robet, Rabu (7/11).

    Dikatakannya, dalam regulasi yang tengah digodok pansus, warga dianjurkan mendahulukan kepentingan bersama. Dalam hal ini, ketika mendirikan makam tidak bisa dilakukan di berbagai tempat. "Tetapi, harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah yang ada," katanya.

    Bisa jadi, katanya, walau lahan tersebut milik keluarga, tetapi ketika lokasi diperuntukkan bagi pemukiman tidak mungkin dibuat kuburuan. Sehingga, perbuatan itu akan mengganggu penataan wilayah di Kota Tangsel. "Selain itu bisa jadi, keberadaan kuburan di tengah-tengah pemukiman juga akan mengganggu warga lain. Untuk itu, kita menganjurkan saat ini, warga jangan mendirikan kuburan di sembarang tempat," terangnya.

    Ke depannya, lanjut Robet, setiap akan mendirikan pemakaman harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel. Sehingga, sambungnya pendirian kuburan tersebut memudahkan pemerintah untuk melakukan penataan. "Secara khusus tidak ada ketentuan teknis untuk pendirian kuburan. Tetapi yang pasti dalam izin tersebut akan ditentukkan sesuai peruntukannya," jelasnya.

    Sayangnya, Robet tak bisa membeberkan jumlah pemakaman keluarga di Kota Tangsel. Hanya saja, kata Robet secara umum pemakaman keluarga tersebut jumlahnya tak sedikit. "Kalau kita lihat, banyak pemakaman keluarga itu. Makanya, kita masukkan aturan dalam raperda ini," ujarnya.

    Saat ini, rancangan regulasi tersebut sudah memasuki finalisasi. Menurut Robert, tinggal melakukan pertemuan dengan stakeholder untuk melengkapi pembahasan aturan itu. "Kita masih menjadwalkan pertemuan dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan forum kerukunan umat beragama untuk meminta pendapat mereka," katanya.

KAB. TANGERANG
Motor di Jalan Legok Tangerang Seruduk Wanita Hamil Sampai Tewas

Motor di Jalan Legok Tangerang Seruduk Wanita Hamil Sampai Tewas

Sabtu, 27 Agustus 2016 | 11:00

TANGERANGNews.com-Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Legok Panjang, Kabupaten Tangerang pada Jumat (26/08/2016) pagi. Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi berawal saat pengendara motor Honda Mega dengan nomor polisi AD-2301-HL bernama Suryadi, war

OPINI
7 Strategi Menuju Sukses Pendiri Facebook yang Bisa Ditiru Anda

7 Strategi Menuju Sukses Pendiri Facebook yang Bisa Ditiru Anda

Senin, 1 Agustus 2016 | 09:31

TANGERANGNews.com- Rabu lalu, Facebook baru saja mengeluarkan laporan keuangan untuk kuartal II tahun ini dan menorehkan angka yang positif. Dari hasil kinerja tersebut, harga saham perusahaan mencetak nilai tertinggi dalam sejarah.

WISATA
Summarecon Mal Serpong Gelar Festival Kuliner Khas Jawa Timur

Summarecon Mal Serpong Gelar Festival Kuliner Khas Jawa Timur

Jumat, 12 Agustus 2016 | 20:23

TANGERANGNews.com-Pergelaran Festival Kuliner Serpong kembali digelar di pelataran parkir Summarecon Mall Serpong (SMS) Kabupaten Tangerang. Event tahunan yang kali ini mengambil tema kuliner khas Jawa Timur itu, digelar mulai hari ini (12/8/2016) hingga

TEKNO
Pengguna Android Terancam Dimata-matai

Pengguna Android Terancam Dimata-matai

Kamis, 18 Agustus 2016 | 11:45

TANGERANGNews.com - Firma keamanan Lookout menemukan bug pada Android KitKat ke atas. Ini berpotensi menyerang 80 persen perangkat Android yang beredar di pasaran.

"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir."

W.A. Nance